BATAM (gokepri.com) – Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Batam menghentikan operasional sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai Senin akibat belum masuknya anggaran operasional yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Ka SPPG Batam Defri Frenaldi mengatakan, penghentian sementara ini menyebabkan distribusi makanan bergizi kepada siswa sekolah dan penerima manfaat di sejumlah posyandu tidak dapat dilakukan hingga dana operasional diterima oleh masing-masing SPPG.
Berdasarkan informasi yang diterima, SPPG hanya diperbolehkan beroperasi setelah anggaran dari APBN masuk ke virtual account (VA) masing-masing satuan layanan. Selain itu, pengelola juga dilarang menggunakan dana talangan dari mitra untuk menjalankan operasional sebelum anggaran resmi diterima.
“Kegiatan operasional baru bisa dilaksanakan setelah dana masuk ke virtual account SPPG. Penggunaan dana talangan dari mitra juga tidak diperbolehkan,” kata dia.
Data sementara menunjukkan puluhan SPPG di berbagai kecamatan di Batam terpaksa menghentikan layanan. Di Kecamatan Batam Kota, sebanyak 15 dari 21 SPPG tidak beroperasi. Di Kecamatan Sagulung, jumlahnya mencapai 12 dari 32 SPPG.
Selanjutnya, satu dari empat SPPG di Kecamatan Batu Ampar menghentikan operasional, sementara di Kecamatan Batu Aji terdapat tujuh dari 18 SPPG yang berhenti sementara. Di Kecamatan Sei Beduk, sebanyak tujuh dari 15 SPPG juga tidak beroperasi.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Lubuk Baja dengan enam dari delapan SPPG berhenti beroperasi, serta di Kecamatan Bengkong sebanyak enam dari 13 SPPG. Sementara itu, satu-satunya SPPG di Kecamatan Belakang Padang juga menghentikan layanan.
Adapun SPPG di Kecamatan Galang dan Bulang dilaporkan masih beroperasi normal.
“Data operasional SPPG di Kecamatan Sekupang dan Nongsa hingga kini masih dalam proses pendataan,” jelas dia.
Meski demikian, terdapat kabar positif terkait pencairan anggaran. Berdasarkan informasi yang diterima, SPPG yang belum memperoleh alokasi dana operasional dijadwalkan menerima top up anggaran pada Senin melalui koordinasi tim keuangan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).
Apabila dana telah masuk ke virtual account masing-masing SPPG, operasional program Makan Bergizi Gratis diperkirakan dapat kembali berjalan dan pelayanan kepada para penerima manfaat kembali dilakukan seperti biasa.
Sebelumnya, Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) wilayah Riau, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat, Dr. Syartiwidya, membenarkan penghentian sementara sejumlah layanan MBG akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Pihak terkait masih terus melakukan koordinasi untuk memastikan pencairan anggaran berjalan lancar sehingga program dapat kembali beroperasi dalam waktu dekat.
“Belum dapat dipastikan,” kata dia. *
Penulis: Engesti








