Kelompok usia 10–14 tahun mendominasi kasus diabetes anak. Paling banyak perempuan.
BATAM (gokepri) – Kepulauan Riau mulai memberi perhatian pada peningkatan diabetes pada anak. Dalam pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kota Batam periode 2026–2031 di Batam, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kepri mengingatkan tren kasus yang banyak muncul pada anak usia 10–14 tahun.
Perhatian itu muncul ketika isu kesehatan anak selama ini lebih banyak tertuju pada kanker. Kini, diabetes mulai masuk daftar ancaman yang dinilai perlu dicegah sejak usia dini.
Baca Juga: Ribuan Anak Batam Terdiagnosis Diabetes dari Program Cek Kesehatan Gratis
Ketua TP PKK Provinsi Kepulauan Riau sekaligus Ketua Yayasan Kanker Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Dewi Kumalasari Ansar memaparkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2023 yang menunjukkan peningkatan prevalensi diabetes pada anak.
“Kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia 10 sampai 14 tahun sebesar 46 persen dan didominasi anak perempuan sebesar 59,3 persen,” ujar Dewi Kumalasari Ansar saat pengukuhan Pengurus Yayasan Kanker Indonesia Kota Batam periode 2026–2031 di Batam, belum lama ini.
Menurut Dewi, mayoritas kasus yang ditemukan berasal dari diabetes tipe 1. Namun, obesitas pada anak kini mulai menjadi faktor risiko kuat yang memicu munculnya diabetes tipe 2 pada usia lebih muda.
Perubahan pola hidup ikut menjadi perhatian. Konsumsi makanan tinggi gula, minuman manis, dan aktivitas fisik yang menurun dinilai ikut mendorong peningkatan diabetes pada kelompok usia anak.
“Kondisi ini harus menjadi perhatian bersama. Pencegahan perlu sejak dini melalui pola makan sehat dan pengendalian obesitas pada anak,” kata Dewi.
Ia menilai keluarga menjadi benteng awal dalam pencegahan. Orang tua dinilai memiliki peran besar untuk membentuk kebiasaan makan sehat, membatasi konsumsi gula, serta mendorong anak lebih aktif bergerak.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap diabetes, Dewi juga menyoroti tingginya kasus kanker pada anak di Indonesia. Data IDAI tahun 2020 mencatat sekitar 11.156 kasus baru kanker anak muncul setiap tahun.
Leukemia, limfoma, dan kanker otak menjadi jenis yang paling banyak ditemukan. Namun, tingkat deteksi masih rendah. Hanya sekitar 20 persen kasus yang teridentifikasi dan memperoleh penanganan karena keterbatasan fasilitas kesehatan serta minimnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan dini.
Situasi itu dinilai menjadi tantangan ganda bagi kesehatan anak. Selain menghadapi peningkatan penyakit metabolik seperti diabetes, sistem kesehatan juga masih berhadapan dengan rendahnya deteksi kanker usia dini.
“Kami berharap edukasi kesehatan terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat sejak usia dini,” ujar Dewi.
TP PKK Kepri juga mengapresiasi langkah IDAI Kepulauan Riau yang terus memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan peningkatan diabetes sekaligus memperkuat deteksi dini kanker pada anak di daerah. BISNIS.COM
Baca Juga: Tak Cuma Gula, Makanan Sehari-Hari Ini Juga Bisa Menyebabkan Diabetes
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








