Kepri Dorong Optimalisasi Participating Interest Migas untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Ekonomi kepri 2026
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris. Foto: Diskominfo Kepri

BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menilai potensi Participating Interest (PI) atau hak partisipasi daerah dalam pengelolaan wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) dapat menjadi sumber penguatan ekonomi daerah jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat menerima kunjungan kerja Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Perwakilan Sumatera Bagian Utara bersama sejumlah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Gedung Dekranasda Kepri, Tanjungpinang, belum lama ini.

Ansar mengatakan Kepri memiliki posisi strategis secara geografis dan geoekonomi, khususnya dengan potensi migas di wilayah Natuna dan Anambas yang dinilai mampu menjadi kontributor penting bagi ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pendapatan daerah melalui skema PI.

HBRL

Baca Juga: Bagaimana Industri Hulu Migas Menggerakkan Ekonomi Kepri

“Kepri memiliki posisi strategis secara geografis dan geoekonomi sehingga harus menjadi kontributor besar bagi kedaulatan energi nasional,” kata Ansar.

Ia berharap hak dan kewajiban daerah melalui skema Participating Interest dapat terus direalisasikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan sehingga manfaat sektor migas dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Menurut Ansar, keberadaan PI tidak hanya berkaitan dengan pendapatan daerah, tetapi juga membuka peluang peningkatan investasi, penguatan ekonomi lokal, hingga pengembangan sumber daya manusia di wilayah penghasil migas.

Pemprov Kepri, kata dia, juga siap memfasilitasi berbagai proses yang berkaitan dengan industri migas, termasuk membantu komunikasi terkait perpanjangan kontrak kerja sama sejumlah KKKS di tingkat kementerian.

“Yang sedang dalam proses perizinan dan perpanjangan kontrak juga kita doakan semoga berjalan lancar dan lebih cepat,” ujarnya.

Selain mendorong optimalisasi PI, Ansar juga meminta program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) industri migas lebih disinergikan dengan kebutuhan masyarakat lokal, khususnya di Natuna dan Anambas.

Ia berharap masyarakat tempatan dapat lebih banyak terlibat dalam aktivitas industri migas, termasuk melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal.

“Kita berharap suatu saat anak-anak tempatan Natuna dan Anambas juga dapat ikut terlibat dan mendampingi dalam industri migas di daerahnya sendiri,” katanya.

Sementara itu, Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Perwakilan Sumbagut Yanin Kholison mengatakan hubungan antara pemerintah daerah di Kepri dengan industri migas selama ini berjalan baik dan mendukung iklim investasi sektor energi.

Menurut dia, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus menyampaikan perkembangan industri migas di wilayah Kepri.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah KKKS juga menyampaikan harapan agar proses perpanjangan kontrak kerja sama dapat berjalan lebih cepat untuk menjaga keberlanjutan produksi migas di Natuna dan Anambas.

Perwakilan Medco E&P Natuna Ltd, Kemal Abduh Rahman Massi, mengatakan pihaknya menargetkan pengeboran sumur eksploitasi baru pada 2026 guna mempertahankan tingkat produksi migas.

“Kami masih menunggu approval perpanjangan kontrak, sehingga dukungan semua pihak sangat kami harapkan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Harbour Energy yang berencana melakukan 3 sumur eksplorasi baru pada 2026 serta Star Energy (Kakap) Ltd. yang menargetkan produksi sekitar 1.000 barel minyak per hari di wilayah kerjanya. BISNIS.COM

Baca Juga: Mendorong Kepulauan Riau Mengunci Hak Partisipasi di Blok Migas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait