Tiga Prajurit TNI Diadili atas Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank

Pembunuhan kacab bank
Oditur Militer Kolonel Chk Andri Wijaya (tengah) saat konferensi pers sebelum dimulainya sidang perdana kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap kepala cabang (kacab) bank di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin (6/4/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza

JAKARTA (gokepri) – Tangan dan kaki terikat, mata berlakban, begitu kondisi jenazah MIP (37) saat ditemukan di area persawahan Bekasi pada 21 Agustus 2025. Senin (6/4), tiga prajurit TNI yang diduga menculik dan membunuh kepala cabang bank itu akhirnya duduk di kursi terdakwa Pengadilan Militer II-08 Jakarta.

Sidang perdana digelar di Cakung, Jakarta Timur, dengan nomor perkara 52-K/PM.II-08/AD/III/2026, yang masuk dalam kategori perkara pembunuhan. Ketiga terdakwa, Serka MN, Kopda FH, dan Serka FY, dihadirkan langsung di ruang sidang.

MIP sebelumnya diduga diculik di sebuah pusat perbelanjaan di Ciracas, Jakarta Timur, pada 20 Agustus 2025. Keesokan harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, seorang warga menemukan jenazahnya di Kampung Karangsambung, RT 8/RW 4, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi. Jenazah lalu dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi.

HBRL

Baca Juga: Dana Rekening Pasif Jadi Motif Penculikan Kacab Bank

Oditur Militer Kolonel Chk Andri Wijaya menyiapkan 17 saksi untuk mengungkap fakta persidangan. Satu di antaranya saksi pelapor dari kepolisian, sementara 16 lainnya berasal dari kalangan sipil. Sebagian dari saksi sipil itu, kata Andri, diduga juga terlibat sebagai pelaku — namun tetap akan dihadirkan dalam kapasitas sebagai saksi. “Semuanya akan kami hadirkan, termasuk pelaku sipil yang masuk dalam daftar saksi. Sidang ini terbuka,” ujarnya.

Selain ke-17 saksi tersebut, Oditur juga membuka kemungkinan menghadirkan keluarga korban untuk memberikan keterangan tambahan jika diperlukan.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, didampingi Hakim Anggota Kolonel Laut (H) Desman Wijaya dan Letnan Kolonel Chk Arif Rachman. Oditur Militer dijabat Kolonel Chk Andri Wijaya dengan Panitera Pengganti Lettu Laut (H/W) Amalia Galih Wangi. ANTARA

Baca Juga: Berikut Jejak Hitam Dwi Hartono Otak Penculikan Kacab Bank BUMN

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait