KARIMUN (gokepri.com) – Bupati Karimun Iskandarsyah menyampaikan sejumlah harapan kepada Gubernur Kepri saat melakukan Safari Ramadan dan peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Sei Raya, Kecamatan Meral.
“Sebuah kehormatan bagi masyarakat Kabupaten Karimun malam ini Bapak Gubernur beserta istri, Wakil Gubernur beserta istri dan rombongan dapat kembali melaksanakan kegiatan Nuzulul Qur’an di Kabupaten Karimun, sangat spesial bagi kami,” ujarnya.
Bupati Iskandarsyah juga mengucapkan doa bagi para pemimpin Provinsi Kepri agar diberikan kesehatan, keberkahan, dan rezeki melimpah. Selain itu, Bupati Iskandarsyah mengajukan beberapa permintaan dukungan pembangunan.
“Kami mohon dukungan untuk program Sekolah Rakyat di Pulau Kundur yang telah siap dengan persyaratan dan lahan, kami berharap akses jalan di area sekolah rakyat dapat dibantu oleh Provinsi Kepri,” ungkapnya.
Bupati juga mengharapkan dukungan program Koperasi Merah Putih yang digagas Presiden Prabowo. Bupati juga memohon arahan dari Bapak Gubernur untuk bersama-sama dalam penguatan pembangunan dan ekonomi Kabupaten Karimun.
“Selain itu kami juga harapkan dukungan pengembangan ekonomi biru (blue economy) di Kecamatan Sugi Besar yang telah mendapat dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan harapan mendapatkan panel dari luar negeri, kami juga akan gesa peningkatan kualitas Desa tertinggal, yaitu Desa Selat Mie pada tahun ini,” jelas Bupati.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan sejumlah program lanjutan pembangunan di Kabupaten Karimun untuk tahun anggaran 2026.
Program pembangunan yang menyedot anggaran miliar rupiah tersebut disampaikan Gubernur Ansar di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Sungai Raya, Kecamatan Meral.
Anggaran dengan nilai miliaran rupiah itu bakal dikucurkan untuk bidang kesehatan, listrik, ketenagakerjaan, sosial hingga pembangunan infrastuktur jalan dan bangunan.
“Anggaran pembangunan Coastal Area sebesar 5 miliar rupiah dan jalan Tugu Nanas Kundur sebesar 7 miliar rupiah,” kata Ansar.
Dia juga mengatakan, pemberian bantuan bagi guru TPQ dan penempatan 50 ustadz di pulau-pulau terpencil.
“Dari jumlah itu, 6 di antaranya berada di Karimun dengan insentif 4,3 juta rupiah per bulan untuk menjaga moderasi beragama dan kesehatan psikologis masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Ilfitra









