PMDN Kian Dominan, Batam Banjir Investasi Pengusaha Nasional

PMDN Batam
Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Amsakar Achmad saat Launching Dasbor Investasi di Batam, Jumat (18/7/2025). Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) – Investasi di Batam terus meningkat di tengah ketidakpastian global dan tekanan tarif Amerika Serikat. Realisasi investasi tumbuh pesat, ditopang Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang kini menjadi motor utama pertumbuhan.

Realisasi investasi di Batam mencapai Rp9,6 triliun pada kuartal kedua 2025. Angka ini naik 11 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan melonjak 97 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan PMDN yang mencapai Rp3,88 triliun, atau 40,6 persen dari total investasi. PMDN tumbuh 44 persen secara kuartalan dan 105 persen secara tahunan.

“Kenaikan signifikan ini menandakan kepercayaan pasar semakin kuat,” ujar Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ia menjelaskan, sejak awal, pihaknya memastikan proses investasi berjalan cepat, transparan, dan berdampak.

Struktur investasi di Batam kini mengalami perubahan. Sektor logistik, pengemasan, dan energi bersih yang sebelumnya didominasi investor asing, kini mulai banyak melibatkan pelaku usaha nasional. Peran pelaku usaha dalam negeri menguat, baik perusahaan besar maupun usaha lokal yang terserap dalam rantai pasok.

“Kami menyaksikan perubahan struktur. PMDN tidak lagi menjadi pelengkap, tetapi bagian inti dari sistem produksi di kawasan,” kata Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.

Kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Asia Tenggara turut mempercepat relokasi investasi global. Batam, dengan status zona perdagangan bebas (Free Trade Zone) dan ekosistem industri yang efisien, menjadi pilihan strategis.

Menurut ekonom Chablullah Wibisono, kenaikan investasi domestik merupakan sinyal positif bagi perekonomian nasional. “Namun investasi yang sehat adalah yang ikut membuka ruang bagi keterlibatan usaha lokal dan memperluas manfaatnya ke masyarakat luas,” katanya.

Secara kumulatif, realisasi investasi Batam semester I 2025 berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencapai Rp 18,18 triliun, atau 49,15 persen dari target nasional Rp 36,99 triliun. Menurut metode pengukuran BP Batam—yang mencakup modal tetap dan modal lancar—total realisasi mencapai Rp 33,72 triliun, atau 56,2 persen dari target Rp 60 triliun. Angka ini tumbuh 64,94 persen dibandingkan tahun lalu.

“Yang kami ukur adalah investasi nyata—mesin, bangunan, margin distribusi, jasa pemasangan, dan biaya lain-lain yang diinvestasikan di Batam,” kata Deputi Kepala BP Batam Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Djemy Francis.

Baca Juga: Investasi Batam Tumbuh, Singapura Tetap Penyumbang Terbesar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait