Dugaan Pembunuhan Berencana Honorer Batam, Pelaku Dendam Dirundung

Pembunuhan honorer batam
Kapolsek Sekupang Kompol Benhur Gultom. Foto: Istimewa

BATAM (gokepri) – Pembunuhan seorang pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam, HR (29), ternyata telah direncanakan oleh pelaku, FK (26). Fakta ini terungkap dari pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Polsek Sekupang, Polresta Barelang.

Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, menyatakan pihaknya menemukan adanya persiapan awal yang dilakukan pelaku sebelum melakukan tindakan pidana pembunuhan tersebut. Peristiwa tragis yang terjadi pada Senin (14/4) pukul 10.15 WIB itu bermula ketika korban sedang bersantai di belakang Kantor DCKTR Kota Batam bersama dua orang saksi.

Pelaku yang tiba di lokasi memanggil korban, lalu dengan cepat menggorok leher korban menggunakan sebilah pisau yang telah disimpannya di saku baju. Kedua saksi yang melihat kejadian itu berteriak dan segera menolong korban untuk dibawa ke RS BP Batam, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Saat penyidik tiba di lokasi kejadian pukul 12.00 WIB, pelaku masih berada di lokasi, langsung kami bawa ke Polsek Sekupang dan dilakukan proses penyidikan,” kata Kompol Benhur di Batam, Selasa (16/4/2025).

Kompol Benhur memaparkan kronologi kejadian berdasarkan keterangan awal dari pelaku. Diketahui pelaku dan korban sama-sama bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam. Korban HR telah bekerja selama lima tahun, sementara pelaku baru tiga tahun. “Antara pelaku dan korban setiap hari bertemu, dan menurut keterangan dari pelaku dia sering merasa sakit hati karena korban beberapa kali melontarkan kata-kata yang membuat sakit hatinya,” ujarnya.

Menurut pengakuan pelaku, ia telah menahan rasa sakit hati akibat perbuatan korban selama hampir satu tahun, hingga puncaknya terjadi pada hari kejadian di belakang Kantor DCKTR Kota Batam. Sebelum melakukan aksinya, pelaku sempat pulang ke kos dengan tujuan mempersiapkan diri. “Ya persiapan-persiapan, pulang ke kos ganti baju. Dari kos menuju salah satu toko serba ada di Tiban dan membeli sebilah pisau stainless steel ukuran 40 cm, yang sangat tajam karena masih baru dan pisau sudah dimasukkan ke kantong,” jelas Kompol Benhur.

Hingga saat ini, penyidikan masih terus berlangsung. Penyidik telah meminta keterangan dari tujuh saksi, termasuk pelaku. Kompol Benhur menambahkan bahwa pemeriksaan saksi akan terus berlanjut, termasuk rekan kerja pelaku dan korban, untuk menggali informasi lebih dalam mengenai interaksi sehari-hari antara keduanya. “(Saksi) nanti akan bertambah lagi, nanti kami ambil (keterangan saksi) dari ruangan tempat kerja mereka (korban dan pelaku) yang hari-hari ada menyaksikan di situ, untuk mendalami bagaimana interaksi mereka selama ini,” pungkasnya. ANTARA

Baca Juga: Bara Dendam Perundungan Tewaskan Rekan Kerja

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait