Lebaran 2025, 700 Ribu Pemudik di Kepri Andalkan Jalur Laut dan Udara

Pelabuhan Ferry Sekupang dipadati pemudik menjelang Lebaran 2025. Foto: Gokepri.com/Asrul Rahmawati

TANJUNGPINANG (gokepri.com) – Pergerakan pemudik di Kepulauan Riau (Kepri) saat Lebaran Idulfitri 1446 Hijriah diperkirakan mencapai 700 ribu orang, jumlah ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 960 ribu orang.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Junaidi, mengungkapkan angka tersebut hanya 0,6 persen dari total proyeksi pemudik nasional yang diprediksi mencapai 146 juta orang, atau 52 persen dari populasi Indonesia.

“Sebagian besar masyarakat Kepri akan mudik menggunakan transportasi laut dan udara,” ujar Junaidi di Tanjungpinang, Selasa (25/3/2025).

HBRL

Baca Juga: Tiket Murah, Kapal Laut Jadi Primadona Pemudik Lebaran 2025

Menurut Junaidi, tren penurunan arus mudik tidak hanya terjadi di Kepri, tetapi juga secara nasional. Tahun ini, jumlah pemudik diprediksi turun 26 persen, dari 196 juta pada 2024 menjadi 146 juta orang pada 2025.

Faktor utama yang mempengaruhi kondisi ini adalah perlambatan ekonomi global, yang tidak hanya berdampak pada Indonesia tetapi juga negara-negara lain.

“Situasi ekonomi yang belum stabil menjadi penyebab utama berkurangnya jumlah pemudik tahun ini,” tambahnya.

Di sisi lain, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang memprediksi jumlah pemudik di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) justru mengalami kenaikan sebesar tiga persen, dari 226.407 orang pada 2024 menjadi 233.190 orang tahun ini.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Laut KSOP Tanjungpinang, Imran, menyebut libur panjang Lebaran dan libur sekolah menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan jumlah penumpang.

“Libur panjang tahun ini membuat banyak orang memilih mudik lebih awal, sehingga ada peningkatan jumlah pemudik di pelabuhan,” kata Imran.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KSOP Tanjungpinang menyiapkan 55 armada kapal, terdiri dari 49 kapal untuk rute domestik dan 6 kapal untuk rute internasional ke Malaysia dan Singapura.

Imran juga mengimbau masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan memanfaatkan sistem e-ticketing yang diterapkan di terminal SBP untuk menghindari antrean panjang.

“Dengan e-ticketing, penumpang bisa mendapatkan kepastian jadwal keberangkatan tanpa harus berdesakan di pelabuhan,” ujarnya. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait