BATAM (gokepri.com) — Evaluasi program Keluarga Berencana (KB) di Kota Batam menunjukkan metode kontrasepsi implan menjadi pilihan favorit masyarakat sepanjang 2024. Dari target 1.500 peserta, realisasinya justru melampaui ekspektasi dengan mencapai 1.862 akseptor.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam, Novi Harmadyastuti, mengatakan pencapaian ini menjadi pertimbangan dalam penetapan target program KB tahun 2025.
“Untuk implan, target tahun ini tetap ditetapkan sebanyak 1.000 peserta karena animo masyarakat yang tinggi. Sementara target IUD dikurangi dari 1.500 menjadi 1.000 akibat capaian tahun lalu yang hanya 930,” ujarnya, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Novi: Aturan Alat Kontrasepsi untuk Pelajar Rancu
Berbeda dengan metode implan, target peserta metode operasi pria (MOP) diturunkan menjadi 10 dari 12 peserta pada 2024 yang telah tercapai sepenuhnya. Sedangkan metode operasi wanita (MOW) sedikit dikurangi menjadi 99 dari 100 peserta tahun lalu, di mana realisasi hanya mencapai 78 peserta.
Target akseptor fasilitas kesehatan (faskes) untuk implan justru dinaikkan menjadi 100 peserta, menyusul keberhasilan capaian 50 peserta pada tahun sebelumnya.
Novi menjelaskan, evaluasi tersebut bertujuan agar target yang ditetapkan lebih realistis dan dapat tercapai sepenuhnya.
“Program KB gratis bersama BKKBN tetap dilaksanakan setiap bulan untuk memastikan layanan ini mudah diakses masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, penyesuaian target ini menjadi langkah strategis untuk mendukung upaya pengendalian penduduk sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami optimistis dengan evaluasi dan target yang baru, program KB bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya. ANTARA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









