BATAM (gokepri) — Sejumlah warganet di Sulawesi Selatan melaporkan temuan uang palsu yang dicetak di sebuah pabrik di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Sekilas, uang palsu tersebut tampak mirip dengan uang asli keluaran Bank Indonesia (BI).
Akun @OmJ_JeNggot di media sosial X membagikan cara membedakan uang asli dan palsu yang diduga berasal dari pabrik di UIN Alauddin Makassar.
Dalam video yang diunggah, dua lembar uang pecahan Rp 100 ribu Tahun Emisi (TE) 2016 sulit dibedakan secara kasat mata. Bahkan saat diterawang, keduanya menunjukkan watermark gambar pahlawan.
“Uang asli tidak akan terbelah dua kertasnya. Uang palsu ini kertasnya terbelah dua lembar. Sulit dibedakan kecuali memperhatikan pinggirnya,” ujar warganet dalam video tersebut, Senin, 23 Desember 2024.
Baca Juga:
Bareskrim Gerebek Percetakan Uang Palsu di Bekasi, 10 Orang Ditangkap
Pekan lalu, 17 tersangka pembuat dan pengedar uang palsu di Kampus UIN Makassar terancam hukuman pidana penjara seumur hidup. Dua di antaranya merupakan oknum pegawai bank BUMN, dan beberapa lainnya oknum pegawai UIN Makassar.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, menanggapi video yang beredar. Ia menjelaskan membelah uang bukanlah cara untuk memastikan keaslian rupiah. Masyarakat dapat menggunakan metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang.
“Jika masyarakat memiliki uang rupiah yang diragukan keasliannya, dapat mengecek ke bank umum terdekat atau meminta klarifikasi di kantor Bank Indonesia terdekat,” kata Marlison, Senin, 23 Desember 2024.
Sebagai contoh, uang rupiah kertas TE 2022 dicetak dengan penguatan dan inovasi teknologi unsur pengaman terkini agar mudah dikenali dan sulit dipalsukan.
Baca Juga:
Bank Indonesia Musnahkan 5.052 Lembar Uang Palsu di Batam
Ciri keaslian uang rupiah dapat dengan mudah dikenali melalui metode 3D. Misalnya, pada pecahan Rp 20 ribu, selain ciri yang dapat dilihat dengan metode 3D tanpa alat bantu, terdapat pula ciri yang dapat diidentifikasi dengan lampu ultraviolet (UV). Hasil cetak akan memendar dalam beberapa warna.
Uang rupiah asli juga dilengkapi unsur pengaman mikroteks yang menampilkan angka dan tulisan tertentu. Unsur ini dapat dilihat dengan kaca pembesar.
Berikut contoh cara mengecek uang palsu dengan metode 3D pada pecahan Rp 20 ribu:
Dilihat:
* Terlihat gambar utama Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi dan nominal Rp 20 ribu dengan warna dominan hijau yang dicetak tajam.
* Di sebelah kiri gambar pahlawan, terdapat benang pengaman berbentuk anyaman dengan logo Bank Indonesia berulang.
* Terdapat lambang negara Garuda Pancasila, gambar kepulauan Indonesia, dan motif khas Indonesia, seperti Motif Pa’Barana Toraja dan Motif Pa’Siborongan Toraja.
Diraba:
* Bagian yang terasa kasar jika diraba adalah gambar Dr. G.S.S.J. Ratulangi, gambar penari, angka nominal “20000” dan tulisan “DUA PULUH RIBU RUPIAH,” serta gambar Garuda Pancasila.
* Terdapat kode tuna netra (blind code) berupa pasangan garis di tepi kanan dan kiri uang.
Diterawang:
* Terdapat tanda air (watermark) gambar pahlawan yang sama dengan gambar utama, yaitu Dr. G.S.S.J. Ratulangi, dan electrotype berupa angka “20”.
* Terdapat gambar saling isi (rectoverso) berupa logo Bank Indonesia yang terlihat utuh jika diterawang ke arah cahaya. ***
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









