Yusril Gugat AD/ART Demokrat, Kubu AHY Tanggapi Sinis

Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung
Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung

Jakarta (gokepri.com) – Langkah Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung ditanggapi sinis sejumlah kader kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Namun, Yusril menegaskan bahwa ocehan politikus terseut tidak akan berpengaruh ke proses judicial review.

“Pengujian AD/ART PD ke Mahkamah Agung adalah langkah hukum yang sah dan konstitusional. Sia-sia menggunakan jurus dewa mabuk menghadapi persoalan ini. Para hakim agung tidak akan mempertimbangkan ocehan politik yang mencoba menarik-narik persoalan ini ke sana ke mari,” kata Yusril.

Respons sinis terkait langkah Yusril itu salah satunya dilontarkan Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief. Bahkan, ia menyebut Yusril mau mengakali hukum.

“KONSTRUKSI berpikir YIM ala pendekar berwatak jahat drama di Radio waktu saya masih kecil. Hukum diakali,” tulis Andi Arief lewat akun twitternya, dikutip Minggu (26/9/2021).

Menurut Andi Arief, yang menjadi soal dalam kisruh Partai Demokrat bukan karena tidak demokratisnya majelis tinggi. Melainkan cara-cara Moeldoko dkk untuk mendongkel AHY.

”Kejahatan Demokrasi dilakukan KSP Moeldoko adalah merekayasa dukungan DPD/DPC agar paksa AHY digulingkan. Bukan karena Mahkamah partai atau majelis tinggi yg tdk demokratis,” cuit Andi Arief.

Yusril menjelaskan, apabila ternyata AD/ART itu bertentangan dengan UU maka MA bisa batalkan AD/ART itu. Ia meyakini Mahkamah Agung akan fokus pada argumentasi yuridis dan konstitusional dalam memeriksa dan memutus perkara ini. Bukan ocehan politik yang sama sekali tidak ada gunanya.

Perihal opini publik yang menilainya mendukung kubu Moeldoko, Ketua Umum DPP PBB ini mengatakan, hal tersebut bergantung pada cara melihat atau sudut pandangnya. “Secara politik saya bisa beda pendapat dan bahkan tidak setuju dengan seseorang atau sekelompok orang. Namun hak-hak dan kepentingan politik orang itu tetap saya bela,” katanya. (wan)

Baca juga: Husnizar, Isdianto dan Asnah Perebutkan Ketua Demokrat Kepri

BAGIKAN