JAKARTA (gokepri.com) – PT Telkom Akses, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, mengimbau masyarakat waspada terhadap maraknya pencurian kabel tembaga yang mengganggu layanan telekomunikasi vital seperti internet, telepon, dan jaringan komunikasi lainnya.
Sebagai pengelola jaringan akses TelkomGroup, Telkom Akses memastikan setiap teknisi yang bertugas di lapangan selalu dilengkapi dengan surat tugas resmi, mengenakan seragam lengkap, dan memakai alat pelindung diri (APD) sesuai standar.
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap oknum tanpa identitas resmi yang mengaku sebagai petugas.
Baca Juga: Telkom Raih Penghargaan ESG Sustainability Ratings 2025
Pencurian kabel tembaga menimbulkan berbagai dampak serius, di antaranya:
1. Gangguan Layanan Telekomunikasi
Putusnya kabel menyebabkan terganggunya jaringan internet dan telepon, menghambat komunikasi serta akses informasi.
2. Kerugian Pelaku Usaha
Bisnis, termasuk UMKM yang bergantung pada layanan internet dan telepon, terdampak aktivitas pencurian kabel ini.
3. Bahaya Keselamatan Publik
Kabel yang terlepas atau menjuntai akibat pencurian membahayakan pengguna jalan dan berpotensi memicu korsleting listrik.
4. Penurunan Kualitas Hidup
Gangguan layanan digital mempengaruhi akses pendidikan, kesehatan, hingga hiburan.
5. Gangguan Layanan Darurat
Putusnya jaringan telekomunikasi bisa menghambat komunikasi dengan ambulans, polisi, atau pemadam kebakaran. Hal ini berpotensi memperlambat respons dalam situasi darurat.
Telkom Akses mengingatkan masyarakat untuk mengenali ciri teknisi resmi, yakni membawa ID Card, surat tugas sah, serta memakai seragam dan APD lengkap.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan kabel, masyarakat diminta segera melapor ke kantor Telkom terdekat atau menghubungi Call Center 188.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









