Warga Jepang Buronan Interpol Ditangkap di Batam

Konferensi pers pengungkapan DPO WN Jepang di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Rabu (21/2/2024). Foto: Gokepri.com/Muhammad Ravi

Batam (gokepri.com) – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam berhasil mengungkap keberadaan warga negara Jepang berinisial YY yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buronan Interpol.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri, I Nyoman Gede Surya Mataram, menyampaikan dalam upaya pengungkapan itu pihaknya bekerja sama dengan Satpolairud Polresta Barelang dan Divisi Hubungan Internasional Markas Besar Kepolisian RI (Divhubinter Mabes Polri).

“Imigrasi bekerja sama dengan Polri yang ada di Kepri ini, kita kan sudah ada Tim Pora, Tim Pengawasan Orang Asing ya, artinya Tim Pora ini bekerja dengan baik,” kata I Nyoman Gede Surya Mataram, Rabu, 21 Februari 2024.

Baca Juga: Indonesia Deportasi Mitsuhiro Taniguchi Buronan Jepang

Surya memaparkan pada tanggal 31 Januari 2024, personel Satpolairud Polresta Barelang melakukan patroli di Perairan Pulau Bulan Kecamatan Bulang Kota Batam.

Kemudian petugas mendapati satu buah kapal boat yang memuat penumpang berjumlah tujuh orang, yang terdiri dari dua orang laki-laki sebagai ABK kapal beserta lima orang penumpang. Dari lima itu, ada satu orang laki-laki yang merupakan WNA, dua orang laki-laki dan dua orang perempuan yang merupakan WNI.

Pada saat dilakukan interogasi diketahui bahwa empat orang selaku penumpang tersebut diduga akan berangkat ke Malaysia untuk bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Selanjutnya, pengemudi kapal beserta penumpang dibawa ke Kantor Satpolairud Polresta Barelang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan terhadap satu orang WNA tersebut.

Saat diperiksa, WNA tersebut tidak dilengkapi identitas dan dokumen lainnya sehingga pada 2 Februari 2024 dilakukan serah terima ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam.

“Sehingga bisa mengungkapkan DPO yang mencoba ingin melarikan diri ke luar negeri, sudah ditangkap Polri dan diserahkan ke kita, karena yang bersangkutan adalah WNA,” kata Surya.

Selama proses pemeriksaan dari kepolisian dan pihak imigrasi yang bersangkutan mengaku bernama Hajime Hatanaka yang lahir di Nagoya, Jepang tanggal 15 Maret 1984 dengan nomor paspor MU9811812.

Namun setelah dilakukan pendalaman dan koordinasi dengan Direktorat Kerjasama Keimigrasian dan Divhubinter Mabes Polri ditemukan bahwa identitas yang sebenarnya adalah YY yang lahir di, Miyatsu, Kyoto, Jepang tanggal 28 Januari 1981.

“Yang bersangkutan melakukan penipuan di negaranya, sehingga pemerintah Jepang meminta bantuan pemerintah RI melalui Mabes Polri untuk melakukan penelusuran,” ujarnya.

WN Jepang bernnisial YY ini masuk ke Indonesia pada tanggal 2 April 2021 melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan paspor dengan nomor TR3821024.

WN Jepang Berinisial YY merupakan DPO Interpol (Blue Notice) dengan No Notice: B- 3931/12-2022 dengan dugaan pelanggaran penipuan.

Selanjutnya WN Jepang Berinisial YY akan dideprotasi dari Indonesia untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut oleh pemerintah Jepang.

“Ternyata yang bersangkutan tertangkap di Pulau Bulan wilayah Kepri dan kita proses dengan ketentuan yang berlaku,” tutup Surya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

BAGIKAN