TANGERANG SELATAN (gokepri) – Paru-paru sapi kurban di Pondok Betung, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bertuliskan nama salah seorang warga. Hal itu membuat heboh warga.
Nama yang tertulis di paru-paru tersebut adalah ‘Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti’.
Adapun susunan tulisan nama tersebut adalah tulisan nama ‘Muhamad Musofa’ berada di bagian atas. Kemudian di bawahnya tulis ‘Bin’. Lalu pada bagian paling bawah berisikan tulisan ‘Jalal Sayuti’.
Susunan tulisan tersebut tampak rapi meski berada di permukaan paru yang tidak rata. Huruf pada tulisan tersebut menggunakan huruf kapital.
Saat ini, paru sapi tersebut pun sudah dipegang oleh Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Ikhlas, Suhada. Paru sapi tersebut dimasukkan ke sebuah kantong berwarna putih.
Suhada mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut. Dia menjelaskan awal diketahui paru sapi itu memiliki tulisan nama seseorang saat panitia kurban melakukan proses penyesetan.
“Ketika penyesetan itu yang dilakukan oleh Bapak Warman, ternyata ada satu keajaiban dan satu yang unik, ajib. Apa keajaibannya? Ada tulisan yang tertulis ternama ‘Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti’, yang bertuliskan berupa huruf kapital, semuanya kapital,” kata Suhada, Senin (9/6).
Suhada mengatakan tulisan sempat dicoba dihapus oleh panitia kurban yang pertama kali menemukannya bernama Warman. Menurut pengakuannya, tulisan itu tidak bisa dihilangkan.
Dia menyebut, setelah gagal menghapus tulisan pada paru sapi tersebut, Warman melaporkan penemuan itu kepadanya. Dia mengaku sudah mengecek tulisan tersebut dan berpendapat bahwa tulisan itu bukan buatan manusia.
“Akhirnya kesimpulannya ternyata betul ini bukan rekayasa manusia, bukan rekayasa sengaja oleh orang yang berkorban, apalagi dari panitia. Nauzubillah. Tidak ada rekayasa apa pun,” ujar Suhada.
Dia menjelaskan sosok Muhamad Musofa bin Jalal Sayuti merupakan warga yang saat Idul Adha kemarin menyumbang satu ekor kambing untuk disembelih dan bukan pemilik sapi yang dikurbankan. Dia mengatakan Musofa pun sudah diberi tahu tentang temuan ini.
“Sudah (diberi tahu), dan beliau sendiri ketika ketemu dengan saya waktu salat subuh, dia menangis karena saya sampaikan kronologinya,” jelas Suhada. *
(sumber: detik.com)









