Warga Bintan Harap Waspada Bencana Hidrometeorologi

Bupati Bintan, Kepri, Roby Kurniawan meninjau rumah warga terdampak banjir dan cuaca ekstrem di Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (6/1/2024). Foto: Humas BPBD Bintan

Bintan (gokepri.com) – Warga Kabupaten Bintan diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu kondisi cuaca ekstrem di awal tahun 2024.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mengatakan bencana hidrometeorologi adalah bencana yang diakibatkan oleh aktivitas cuaca seperti siklus hidrologi, curah hujan, temperatur, angin dan kelembaban.

“Cuaca ekstrem akhir-akhir ini memicu terjadinya banjir dan angin kencang di wilayah Bintan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bintan Ramlah, Sabtu 6 Januari 2024.

Baca Juga: Warga Bintan Waspada Banjir Rob, Hati-hati ke Pantai

Cuaca ekstrem ini juga memicu ketinggian gelombang di Bintan. Untuk diketahui saat ini gelombang di Bintan mencapai 1,25 sampai 2,5 meter.

Warga Bintan harus lebih waspada jika melakukan aktivitas di pesisir pantai maupun di tengah-tengah laut.

Selain itu warga juga diminta mewaspadai munculnya awan Cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

“Waspada pula potensi terjadinya angin kencang dan gelombang laut tinggi di wilayah pesisir Pulau Bintan, terutama pesisir bagian utara dan timur,” ujarnya.

Sejumlah langkah mitigasi dan antisipasi jika terjadi banjir dan angin kencang, antara lain warga diminta tetap tenang dan menghindari aktivitas di luar rumah jika terjadi cuaca ekstrem dan banjir.

“Segera laporkan kepada RT/RW, Kepala Desa, Lurah, Camat dan BPBD apabila dilanda angin kencang dan banjir,” ujarnya.

Kemudian masyarakat juga diminta menjaga lingkungan seperti saluran air dan drainase agar tetap bersih dari sampah-sampah yang dapat menghambat pergerakan air saat hujan turun. Selanjutnya, menghindari berteduh di bawah pohon besar ketika cuaca ekstrem disertai petir.

“Jaga juga kesehatan tubuh supaya tidak mudah sakit di saat cuaca ekstrem, dengan mengkonsumsi banyak air putih dan istirahat yang cukup,” ucap Ramlah.

Berdasarkan prediksi BMKG terkait potensi bencana hidrometeorologi di awal tahun 2024 yang sedang dialami wilayah Bintan, tercatat sejak tanggal 4 Januari 2024, telah terjadi bencana banjir dipicu curah hujan cukup tinggi ditambah air pasang laut.

Banjir melanda tiga kecamatan di Kabupaten Bintan, yaitu Kecamatan Bintan Timur, Kecamatan Gunung Kijang, dan Kecamatan Toapaya. Akibatnya, sekitar 129 Kepala Keluarga (KK) dan 365 jiwa harus terdampak banjir.

“BPBD telah menyalurkan bantuan logistik, berupa sembako untuk makan-minum para korban terdampak banjir,” ujar Ramlah.

Curah hujan yang cukup tinggi juga turut menyebabkan beberapa ruas jalan tergenang air cukup tinggi dipicu saluran drainase yang menyempit akibat sedimentasi, diantaranya jalan raya Tanjungpinang-Tanjung Uban, jalan raya simpang Cikolek, jalan wisata bahari Toapaya, jalan sekitaran waduk Toapaya, dan jalan Kampung Kerupuk Sei Lekop.

Hujan lebat disertai angin kencang ikut menimbulkan kerusakan sejumlah rumah warga di kawasan Bintan Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

BAGIKAN