Sebanyak 15 masjid ditetapkan sebagai rest area alternatif selama arus mudik Lebaran di Bintan. Fasilitas diperluas, dari tempat ibadah hingga ruang istirahat.
BINTAN (gokepri) – Menjelang arus mudik Lebaran, sejumlah masjid di Bintan bersiap dengan fungsi baru. Pintu-pintu yang biasanya hanya ramai pada waktu salat kini dibuka sepanjang hari. Di dalamnya, bukan hanya sajadah yang disiapkan, tetapi juga ruang untuk beristirahat bagi para pemudik yang melintasi jalur-jalur utama.
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan menetapkan 15 masjid sebagai masjid ramah pemudik untuk Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Kementerian Agama yang mendorong masjid menjadi ruang pelayanan publik selama periode mudik.
Baca Juga: Pesan Jusuf Kalla: Dari Masjid Harus Lahir Ilmu, Persatuan dan Ekonomi Umat
Kepala Kantor Kemenag Bintan Abu Sufyan mengatakan penunjukan tersebut telah dikoordinasikan dengan para pengurus masjid di berbagai wilayah. Lokasinya tersebar di titik-titik yang dekat dengan jalur mobilitas masyarakat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan 15 pengurus masjid,” ujarnya, Senin (16/3).
Sebagai bagian dari program, masjid diminta membuka akses selama 24 jam. Pengurus juga diminta memastikan kebersihan, keamanan, serta kenyamanan area parkir. Selain itu, sejumlah fasilitas tambahan disiapkan untuk menunjang kebutuhan pemudik.
Fasilitas tersebut mencakup toilet bersih, air wudhu yang memadai, tempat ibadah, hingga area istirahat. Masjid juga dilengkapi sarana pengisian daya baterai, pusat informasi sederhana, serta penyediaan air minum.
Abu Sufyan menilai peran masjid tidak terbatas sebagai tempat ibadah. Dalam konteks mudik, masjid dapat menjadi ruang singgah yang aman dan nyaman bagi para musafir.
“Masjid bukan cuma tempat beribadah, tapi juga tempat yang nyaman bagi musafir,” katanya.
Program ini berlangsung sejak 11 Maret hingga 29 Maret 2026. Di tingkat provinsi, Kementerian Agama mencatat sebanyak 62 masjid ramah pemudik telah ditetapkan di enam kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.
Ketua Tim Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kanwil Kemenag Kepri Titik Hindon mengatakan masjid-masjid tersebut disiapkan sebagai alternatif rest area. Kehadirannya diharapkan dapat membantu pemudik mengurangi risiko kelelahan saat berkendara jarak jauh.
“Pemudik bisa berhenti sejenak untuk menghindari kelelahan,” ujarnya.
Di Bintan, masjid yang ditunjuk antara lain Masjid Al Hidayah di Toapaya Selatan, Masjid Nurul Hasanah di Toapaya Asri, dan Masjid At-Taubah di Kilometer 18 Toapaya Selatan. Selain itu, terdapat Masjid Jamiatul Muslimin di Jalan Kawal serta Masjid An Nur di Kawal, Gunung Kijang.
Masjid lainnya meliputi Masjid Al Furqon di Gunung Kijang, Masjid Al Amal di Teluk Bakau, serta Masjid Nurul Huda di Malang Rapat. Di wilayah Bintan Timur, terdapat Masjid Ikhwanul Muslimin di Kilometer 18 Kijang dan Masjid Nurul Huda di Kilometer 20 Kijang.
Sejumlah masjid di wilayah lain juga masuk dalam daftar, seperti Masjid Al Asri di Desa Bintan Buyu, Masjid Al Muhajirin di Jalan Lintas Barat, Masjid Baitul Makmur di Tanjunguban Selatan, Masjid Ar-Rahim di Kampung Kamboja, serta Masjid At-Taqwa di Tanjunguban Kota.
Di tengah meningkatnya mobilitas tahunan saat Lebaran, kehadiran masjid sebagai ruang singgah memberi alternatif selain rest area konvensional. Program ini sekaligus memperluas fungsi sosial masjid di tengah kebutuhan praktis masyarakat yang sedang dalam perjalanan jauh. ANTARA
Baca Juga: Dari Karas hingga Tanjung Uncang, 30 Masjid Terima Hibah Ramadhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








