Batam (gokepri.com) – Persediaan minyak goreng di Batam dijamin aman karena ada produksi lokal. Meski aman, Pemko Batam masih harus memastikan soal harga.
Minyak goreng di kota Batam merangkak naik pasca Surat Edaran (SE) Menteri Perdagangan nomor 11 tahun 2022 yang mencabut kebijakan Harga Edaran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, untuk di Kota Batam harga minyak goreng mengikuti harga yang sudah ditentukan.
“Suratnya baru kami terima siang tadi (Jumat 18 Februari 2022). Harga jual minyak goreng saat ini untuk berbagai merek mengikuti harga yang sudah ditentukan,” kata Gustian Gustian Jumat 18 Maret 2022.
Meski begitu, Gustian mengaku ada beberapa masalah dengan ditetapkannya SE itu. Sebab, harga minyak lokal yang diproduksi oleh PT Synergi Oil Nusantara atau SON di Kota Batam masih siap dengan harga minyak goreng Rp14 ribu.
Tapi, jika Synergi tidak mengikuti aturan SE terbaru dan tetap menjual dengan harga Rp14 ribu bakal menerima teguran dari kompetitor.
“Staf saya dan PT SON akan menanyakan hal ini ke Jakarta. Meminta bagaimana di Batam terutama PT SON yang masih siap dengan angka Rp14 ribu,” katanya.
Menurutnya, apabila PT Son tetap menjual dengan harga Rp14 ribu dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan di pasaran. Seperti kecemburuan antar pengelola bahkan panic buying.
“Kalau mereka jual Rp14 ribu ya bahaya,” katanya.
Meski begitu pihaknya menjamin minyak goreng untuk di Kota Batam aman sampai akhir tahun. Sebab PT SON menjamin 20 persen dari ekspornya untuk memenuhi kebutuhan minyak di Kota Batam.
“Aman untuk Batam tidak usah khawatir 2.500 ton, untuk Batam. PT SON harus penuhi dulu kebutuhan di Kota Baru baru bisa ekspor,” katanya.
Penulis: Engesti









