BATAM (gokepri) – Setelah empat bulan menjabat, Wali Kota Batam Amsakar Achmad akhirnya melantik sejumlah pejabat. Perombakan ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian dan tugas konstitusional birokrasi.
Amsakar Achmad merombak jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Sebanyak lima kepala dinas dan dua staf ahli wali kota diambil sumpah jabatannya dalam pelantikan yang digelar pada Rabu (30/7/2025).
Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan mutasi, rotasi, hingga promosi adalah hal yang lumrah dalam birokrasi. Ia menjelaskan bahwa pergeseran jabatan ini dilakukan dalam rangka memenuhi tugas konstitusional pemerintah dan penyesuaian arah kebijakan pasca-pergantian kepemimpinan.
Lima pejabat yang dilantik dalam jabatan baru adalah Salim sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Koperasi dan UKM (PMP-K dan UKM). Salim sebelumnya adalah Kepala Dinas Perhubungan.
Lalu Leo Putra sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Ia sebelumnya menjabat Kepala Dinas Sosial.
Ketiga adalah Hendri Arulan sebagai Kepala Dinas Pendidikan. Sebelumnya ia menjabat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro.
Selanjutnya Tri Wahyu Rubianto sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda). Tri sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan.
Kelima, Dahlina Nopilawati sebagai Kepala Dinas Pertanahan. Ia sebelumnya menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda).
Selain itu, Jefridin Hamid dan Nurzalie dilantik sebagai Staf Ahli Wali Kota. Jefridin mendapat jabatan baru setelah periode sebelumnya menjabat Sekretaris Daerah Kota Batam selama 10 tahun.
Pelantikan ini merupakan yang pertama sejak Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra resmi menjabat empat bulan lalu. Amsakar mengungkapkan proses rotasi kali ini berlangsung cukup panjang karena adanya regulasi baru dari Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Prosesnya panjang, mulai dari job fit hingga pengajuan rekomendasi ke Mendagri,” jelasnya.
Ia juga menampik anggapan bahwa pelantikan ini terhambat karena persoalan internal antara dirinya dan wakil wali kota. Menurutnya, keterlambatan murni akibat mekanisme dan prosedur administrasi yang kian kompleks.
“Pelantikan ini sudah memasuki hampir bulan kelima, bukan karena ada masalah antara saya dan wakil, tapi karena prosedur yang makin rumit,” tegasnya.
Amsakar mengungkapkan perombakan ini tidak akan berhenti. Ia menyebut akan ada putaran selanjutnya, khususnya untuk jabatan-jabatan yang kosong dan memungkinkan dilakukan open bidding. “Apa yang kami lakukan hari ini akan ada putaran berikutnya,” katanya.
Menutup sambutannya, Amsakar menyampaikan penempatan pejabat ini dilakukan dengan pertimbangan matang, termasuk keselarasan cara berpikir dan harapan besar terhadap kinerja para pejabat yang baru dilantik.
Baca Juga: Wali Kota Amsakar Bakal Rombak Pejabat, Kompetensi Jadi Syarat Utama
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









