Usut Tewasnya Haji Permata: Enam Petugas BC Mangkir Panggilan Polisi

Penembakan haji permata
Kapal kayu pembawa jenazah Haji Permata tiba di Pelabuhan Rakyat Sengkuang, Batuampar, Kota Batam, Jumat (15/1/2021). (Foto: istimewa)

Pekanbaru (gokepri.com) – Polda Riau mengusut tewasnya Haji Jumhan alias Haji Permata di Kabupaten Indragiri Hilir, ketika operasi penindakan rokok ilegal oleh jajaran Bea Cukai. Polisi telah meminta keterangan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tembilahan Ari Wibawa Yusuf pada Kamis (21/1/2021). Polisi juga melayangkan panggilan terhadap enam petugas BC Tembilahan yang ikut dalam operasi, namun mereka sedang di Jakarta.

“Keenamnya tidak hadir. Menurut keterangan mereka sedang berada di Jakarta. Nanti akan kita panggil lagi,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Teddy Ristiawan di Pekanbaru.

Peristiwa itu terjadi saat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kepulauan Riau (Kepri) menggagalkan penyelundupan 7,2 juta batang rokok ilegal. Haji Permata tewas tertembak dalam kejadian itu.

HBRL

Tidak terima, keluarga korban membuat laporan dugaan pembunuhan Haji Permata ke polisi. Laporan dibuat di Polda Kepri dan dilimpahkan ke Polda Riau terhitung 18 Januari 2021

Polisi telah memintai keterangan 17 orang saksi dari pihak keluarga Haji Permata. Selain itu juga ada empat saksi yang berasal dari masyarakat Sungai Belah, Inhil, yang mengetahui kejadian itu.

Menurut Teddy, Haji Permata mengalami 5 luka dari senjata petugas Bea Cukai saat penyergapan di perairan Indragiri Hilir, Riau. Haji Permata tewas di lokasi dalam kondisi berlumuran darah.

“Dari hasil autopsi kami mendapatkan lima proyektil dari tubuh Haji Permata. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian, di atas speedboat. Yang membawa Haji Permata ke rumah sakit dari pihak masyarakat,” ujar Teddy.

Teddy belum mengetehui berapa jarak penembakan antara petugas Bea Cukai dengan korban. Bahkan, polisi juga masih menyelidiki senjata apa yang digunakan serta bagaimana prosedur penggunaannya.

“SOP (standar opersional prosedur) penangkapannya juga sedang kita pelajari,” kata Teddy.

Teddy tak ingin terburu-buru dalam menyimpulkan salah atau tidaknya operasi Bea Cukai yang berakhir dengan tewasnya Haji Permata. Menurut Teddy, dari hasil pemeriksaan pihak Bea Cukai, nantinya penyidik akan mendapatkan penjelasan bagaimana kronologi kejadian serta siapa pelaku penembakan terhadap Haji Permata.

Baca juga: Haji Permata Tertembak, Ketua KKSS Batam: Kami Tidak Tinggal Diam

“Belum tahu siapa yang menembak, dan apa jenis senjatanya. Kita masih periksa dulu pihak Bea Cukai,” ucapnya.

Selain Haji Permata, 3 anak buahnya juga mengalami luka tembak. Ketiganya adalah Bahar selaku nahkoda kapal, Abdurahman yang tertembak di bagian kaki, dan Irwan yang kena tembakan di bagian lengan atas sebelah kiri. (wan)

Pos terkait