Uni Emirat Arab Kucurkan Modal Rp144 Triliun untuk SWF Indonesia

Uni Emirat Arab Investasi
Pembangunan gedung di Jakarta. (foto: Reuters)

Dubai (Gokepri.com) – Uni Emirat Arab akan menginvestasikan USD10 miliar lewat lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF) Indonesia. Akan dibelanjakan untuk proyek-proyek infrastruktur di Tanah Air.

Langkah UAE ini bakal menjadi komitmen investasi terbesar sejak SWF atau disebut Indonesia Investment Authority (INA) diluncurkan pada Februari 2021.

Diketahui dari pernyataan resmi KBRI Abu Dhabi, penempatan dana investasi ini merupakan arahan langsung dari Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga menjabat sebagai Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA His Highness Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara.

HBRL

Dilansir Reuters, Indonesia telah menarik komitmen investasi hingga USD10 miliar sebelum SWF diluncurkan. Kesepakatan modal itu datang dari korporasi global antara lain Korporasi Keuangan Pembangunan Internasional AS dan Bank Jepang, dan beberapa dana pensiun asing.

SWF ini lembaga baru yang mendapat kewenangan khusus mengelola investasi pemerintah sesuai dengan amanat UU Cipta Kerja. Lembaga ini berperan membantu pemulihan ekonomi nasional dengan menarik investasi serta menggenjot pembangunan infrastruktur. Sejumlah negara telah memiliki lembaga pengelola investasi ini seperti Malaysia dan Rusia.

Investasi dari UEA akan digunakan untuk proyek infrastruktur, termasuk jalan dan pelabuhan, dan juga pariwisata, pertanian. “Dan sektor strategis lainnya,” tulis kantor berita UAE, WAM melaporkan.

Pemerintah Indonesia menyambut baik pengumuman tersebut. “(Investasi UAE) akan membantu mempersempit kesenjangan antara kapasitas pendanaan dalam negeri dan kebutuhan untuk program pembangunan,” kata juru bicara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Pejabat Indonesia mengatakan INA akan memberikan peluang bagi investor asing dengan berbagai jenis profil risiko, sekaligus membantu perusahaan negara, yang neracanya tertekan akibat investasi besar di infrastruktur, mengurangi pemanfaatan melalui daur ulang aset.

Fitch Ratings mengatakan pada hari Senin peluncuran INA kemungkinan tidak akan mengurangi tingkat hutang perusahaan-perusahaan tersebut dalam jangka pendek, tetapi kapasitas Indonesia untuk memobilisasi dana dapat diperkuat jika dana tersebut dapat menyalurkan modal luar negeri ke dalam infrastruktur.

Namun, diharapkan mobilisasi tersebut terwujud dalam jangka panjang setelah INA mengembangkan catatan pendanaan dan pengelolaan proyek.

INA telah meninjau peluang investasi di puluhan konsesi jalan tol senilai USD2,6 miliar, di antara proyek-proyek lainnya. (Can)

|Baca Juga: Presiden Jokowi Lantik 5 Direksi SWF

Pos terkait