Trik SMAN 16 Batam Mengajar Daring Saat Pandemi

Gaji guru honorer Kepri
Ilustrasi - Para Guru SMA Negeri 16 Batam melaksanakan pembelajaran jarak jauh kepada siswanya yang berada di rumah. (foto: gokepri/arm)

Batam (gokepri.com) – Kegiatan belajar mengajar di Kota Batam berjalan tidak sebagaimana mestinya selama pandemi Covid-19. Di tingkat SMA misalnya, siswa masih menjalani kegiatan belajar di rumah. Sementara para guru melaksanakan kegiatan mengajar dari sekolah.

Memastikan siswa dapat menyerap materi pelajaran dengan baik, sejumlah sekolah di Batam menyiapkan trik. SMA Negeri 16 Batam misalnya, membekali para guru dan mencarikan solusi bagi siswa yang mengalami hambatan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Kepala SMAN 16 Batam, Elmi mengungkapkan, akses internet yang lumayan bagus di Batam sangat membantu sekolah dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Selanjutnya, tinggal mempersiapkan sumber daya guru untuk bisa membuat materi pembelajaran yang mudah diserap siswa dan menyiapkan perangkat untuk mendukung pembelajaran secara online atau dalam jaringan (daring).

HBRL

Kepala SMA Negeri 16 Batam, Elmi
Kepala SMA Negeri 16 Batam, Elmi.

“Kami membuat pelatihan selama dua hari untuk guru terkait cara yang paling simpel untuk menjalankan pembelajaran secara daring, termasuk bagaimana membuat konten lewat (Google) classroom agar mudah dipahami anak (siswa),” kata Elmi kepada gokepri.com.

Hasil pelatihan itu kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran secara daring. Secara berkala proses pembelajaran itu dievaluasi untuk mengetahui efektivitas metode yang telah dilaksanakan.

“Setelah kami evaluasi melalui survei, mayoritas puas dengan pelatihan yang telah diterapkan dan fasilitas yang kami berikan,” kata Elmi.

Tidak hanya kepada guru, jelas Elmi, sekolah juga melakukan evaluasi terhadap siswa. Pihak sekolah mencari tahu hambatan yang dialami siswa dalam mengikuti pembelajaran secara daring.

Dari hasil evaluasi, diketahui ada beberapa siswa yang kesulitan membeli kuota internet. Bahkan, ada juga yang tidak memiliki smartphone sama sekali, sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran.

“Kami mencari solusi atas hambatan yang dialami beberapa siswa agar mereka bisa mengikuti pembelajaran secara daring dengan baik. Ada yang kami bantu agar bisa membeli kuota atau menyediakan smartphone. Yang penting tidak memberatkan dan siswa bisa ikut belajar,” jelasnya.

SMA Negeri 16 Batam
Suasana lingkungan SMA Negeri 16 Batam selama proses pembelajaran jarak jauh.

Saat ini, ada sekitar 1.380 siswa dan 36 lokal di SMAN 16 Batam. Untuk memaksimalkan pembelajaran, sekolah menyiapkan laboratorium bagi guru untuk melakukan aktivitas pembelajaran secara daring. Semua fasilitas tersedia di laboratorium tersebut, mulai dari perangkat sampai jaringan internet.

“Kami berharap pandemi Covid-19 cepat berakhir. Sebab banyak anak-anak yang rindu belajar di sekolah,” kata Elmi.

Pembelajaran jarak jauh merupakan upaya dunia pendidikan di Batam untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mengingat masih terus bertambahnya kasus baru positif Covid-19 di tengah masyarakat.

Baca juga: Tertular Covid-19 di Jakarta, Dua Anggota KPU Kepri Isolasi di RS Ahmad Thabib

Data Gugus Tugas Covid-19 Batam per 1 November 2020, kasus Covid-19 mencapai 2.902 kasus. Sebanyak 2.109 di antaranya sembuh, 726 dalam perawatan, dan 67 meninggal dunia.

Ketua Bidang Kesehatan Gugus Tugas Covid-19 Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan, dari hasil penyelidikan epidemiologi terhadap seluruh klaster terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Batam, diperoleh kesimpulan sementara bahwa terlihat kembali adanya kenaikan jumlah kasus baru. Hal ini sehubungan adanya penurunan tingkat kedisplinan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan diberbagai aktivitas sehari-hari.

“Sehingga ini memungkinkan terjadinya pertumbuhan kembali kasus Covid-19 yang berkaitan dengan berbagai cluster ataupun kasus baru yang terjadi baik dari transmisi lokal maupun impor,” jelas Didi dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengingatkan dan mengimbau kembali guna kemaslahatan bersama masyarakat Kota Batam agar tetap mengikuti anjuran pemerintah. Yakni dengan menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan tetap di rumah saja.

“Jika terpaksa harus keluar rumah gunakan masker serta selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” pungkasnya. (zak)

Pos terkait