Tria Stealer, Malware Berbahaya yang Mengancam Pengguna Android

tria stealer
Ilustrasi. Foto: Pixabay

BATAM (gokepri.com) – Tim Riset dan Analisis Global (Global Research and Analysis Team/GReAT) Kaspersky menemukan kampanye berbahaya yang menyasar pengguna Android dengan modus surat undangan pernikahan palsu.

Korban diminta memasang aplikasi berbahaya bernama Tria Stealer yang mampu mencuri data pribadi dan membajak akun komunikasi.

Peneliti Kaspersky Fareed Radzi menjelaskan, malware ini disebarkan melalui pesan di WhatsApp dan Telegram, baik dalam grup maupun percakapan pribadi.

“Kami menemukan artefak dalam bahasa Indonesia yang menunjukkan pelaku kemungkinan berasal dari Indonesia,” ujarnya dalam siaran persnya, Sabtu (1/2/2025).

Baca Juga: TEMU Resmi Diblokir di Indonesia, Perlindungan UMKM Lokal Jadi Prioritas

Tria Stealer bekerja dengan meminta izin akses data setelah diinstal. Malware ini dapat membaca pesan teks, menyadap notifikasi, memantau log panggilan, hingga mencuri kode OTP untuk layanan perbankan. Aplikasi ini menyamar sebagai pengaturan sistem dengan ikon roda gigi agar terlihat sah.

Setelah korban tertipu, penyerang mendapatkan akses penuh ke data pribadi dan perangkat korban, termasuk merek, model perangkat, hingga nomor telepon. Semua informasi yang dicuri dikirimkan ke penyerang melalui bot Telegram.

“Malware ini berpotensi menyebabkan kerugian finansial dan pelanggaran privasi. Pengguna harus selalu waspada dan tidak mudah mengikuti permintaan yang mencurigakan, meskipun berasal dari kontak yang dikenal,” tegas Fareed.

Modus ini menargetkan pengguna Android di Malaysia dan Brunei, namun kewaspadaan perlu ditingkatkan di mana pun, termasuk di Indonesia. Pengguna disarankan tidak mengunduh file APK dari sumber tidak resmi dan memastikan aplikasi yang terinstal berasal dari platform terpercaya. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait