Natuna (gokepri.com) – TNI Angkatan Udara dan TNI Angkatan Laut menggelar operasi gabungan di wilayah perairan Laut Natuna Utara, Jumat (26/3/2021). Pangkogabwilhan I, Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, memantau langsung pelaksanaan operasi interoperability kedua TNI tersebut. Menurutnya, wilayah Natuna memiliki arti yang sangat penting dan strategis.
“Operasi ini bertujuan untuk menjalin kerjasama dan mempertajam interoperability alutsista udara TNI AU dan alutsista TNI AL dalam operasi gabungan,” ungkap Kapten Kogabwilhan I, Kolonel Marinir Aris Mudian, lewat siaran pers, Jumat (26/3/2021).
Pangkogabwilhan I memantau sekaligus memberikan pengarahan dan apresiasi kepada para komandan kapal yang sedang melakukan patroli tempur laut. Ada tiga KRI, yaitu KRI Sultan Thaha Saifudin-376, KRI Pattimura-371, dan KRI Bontang-907.
Setelah berpatroli dari udara, Pangkogabwilhan I berkesempatan meninjau Pangkalan TNI AU Raden Sadjad Ranai. Setibanya di Lanud Raden Sadjad Ranai Pangkogabwilhan Pangkogabwilhan I dalam pengarahannya menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutannya.
Pangkogabwilhan I berpesan kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Natuna agar tetap menaati protokol kesehatan walaupun saat ini wilayah kabupaten Natuna masih zona hijau. Itu perlu dilakukan karena pandemi Covid 19 belum berakhir.
Selain itu, wilayah kepulauan Natuna dia sebut memiliki arti yang sangat penting dan strategis. Selain sebagai pulau dan wilayah perairan terluar dari NKRI, perairan Natuna juga menyimpan kekayaan alam laut yang melimpah, juga perairan Natuna menyimpan kekayaan alam lain berupa gas yang perlu menjadi perhatian kita bersama.
Baca juga: Kapal China Matikan Sistem Lacak di Laut Natuna Utara
“Yang apabila kita kelola dengan baik akan memberikan manfaat besar bagi pembangunan daerah Natuna dan bangsa Indonesia pada umumnya,” ujar Ariawan. (wan)








