Batam (gokepri.com) – Harga tiket kapal feri Batam Tujuan Singapura atau Malaysia tak kunjung turun sampai saat ini. Akibatnya, wisatawan mancanegara (wisman) yang hendak liburan ke Batam juga berpikir dua kali sebab selain harga tiket kapal yang tinggi, juga masih ada kewajiban antigen dan membeli asuransi.
Ketua Komisi I DPRD Batam, Lik Khai, mengungkapkan sudah memanggil pihak pelabuhan dan operator feri untuk menjelaskan polemik harga tiket ini.
Menurut mereka, biaya operasional pelabuhan yang tinggi membuat pengelola pelabuhan menaikkan harga tiket.
“Mereka sudah berkirim surat ke kami, Alasan mereka jumlah penumpang belum normal, mereka masih mengandalkan akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, sementara biaya operasional kapal, dengan sedikit atau banyak penumpang itu biayanya hampir sama,” kata Lik Khai, saat ditemui di ruangannya, Rabu 8 Juni 2022.
Lik Khai menjelaskan pada saat normal sebelum pandemi Covid-19, rata-rata kapal dengan rute tersebut, melayani 6 hingga 12 kali keberangkatan tiap agen, namun saat mulai normal seperti saat ini, keberangkatan kapal hanya 3 hingga 4 kali sehari.
“Pelabuhan Singapura kan baru satu yang buka itu hanya di Tanah Merah, pelabuhan Habourfrount belum juga dibuka, otomatis penumpang dari sana maupun dari sini masih sedikit, biaya pelabuhan dan minyak juga naik. Itu alasan mereka,” kata Lik Khai.
Lik Khai menyebutkan ketika situasi sudah normal dan penumpang sudah ramai kembali, para agen kapal berjanji akan menormalkan kembali harga tiket.
“Ketika sudah berjalan normal, mereka (agen kapal) komitmen akan turunkan harga, selain harga tiket, saat ini yang memberitakan wisman untuk datang ke Batam itu masalah asuransi yang mereka harus bayar,” kata Lik Khai.
Penulis: Engesti







