San Francisco (gokepri) – Threads, platform media sosial besutan Meta sebagai pesaing X (sebelumnya Twitter), telah mencapai 175 juta pengguna bulanan setahun setelah peluncurannya yang mengejutkan.
“Tahun yang luar biasa,” kata CEO Meta sekaligus pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, di platform Threads pada 3 Juli, mengumumkan pencapaian pengguna tersebut.
Baca: 10 Juta Pengguna Daftar Threads, Pesaing Twitter
Threads, yang diluncurkan di app store pada 5 Juli 2023, merupakan pengembangan dari Instagram dan ditujukan sebagai pesaing X, sebelumnya dikenal sebagai Twitter. X sendiri telah membuat banyak pengguna dan pengiklan menjauh setelah diakuisisi Elon Musk pada 2022.
Threads diluncurkan dengan cepat setelah Musk mengancam membatasi jumlah unggahan di X bagi pengguna non-pelanggan. Ini adalah salah satu dari serangkaian pengumuman kontroversial dari pendiri Tesla tersebut, dan Mark Zuckerberg mencoba memanfaatkan momentum ini.
Dipromosikan melalui akun Instagram, lebih dari 100 juta orang mengunduh Threads dalam waktu seminggu setelah diluncurkan di 100 negara. Uni Eropa baru menyusul pada Desember karena masalah regulasi.
Dorongan dari Instagram membuat Threads menjadi aplikasi dengan pengunduhan tercepat, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang sensasi kecerdasan buatan ChatGPT.
Namun, antusiasme awal mereda dan pertumbuhan pengguna Threads melambat. Bantuan besar tetap datang dari integrasi dengan Instagram dan para pengguna yang meninggalkan X milik Musk.
Kepala Threads, Adam Mosseri, berharap platform tersebut bisa lebih mandiri dari Instagram seiring berjalannya waktu dan berniat untuk membuka platform ini kepada pengiklan dalam waktu dekat.
“Melebihi X milik Musk akan memakan waktu, namun saya akan menganggapnya sebagai kegagalan jika kita tidak bisa mencapainya,” kata Mosseri kepada situs berita Platformer.
Threads menuai kritik karena keputusan Meta untuk mengurangi konten berita dan politik demi menjadi platform yang lebih ramah dibandingkan X, dengan risiko mengurangi keterlibatan pengguna.
“Setahun setelah peluncuran, kita tahu apa yang Threads tidak lakukan, tapi kita belum tahu apa fungsinya sebenarnya,” kata analis utama Emarketer, Jasmine Enberg.
“Kurangnya identitas unik menjadi salah satu rintangan terbesar untuk mencapai ketahanan jangka panjang,” tambahnya.
Baca: Pengguna Threads Waspada Phising yang Tiru Versi Web
X, yang kini dimiliki pribadi oleh Elon Musk, tidak lagi merilis data metrik industri. Perusahaan tersebut bersikeras bahwa basis penggunanya terus bertumbuh dan lebih aktif dibandingkan platform lain.
“Threads diluncurkan saat X sedang berjuang, tapi sejak saat itu, X menunjukkan ketahanan yang mengejutkan,” kata Debra Aho Williamson, analis utama di firma riset Sonata Insights.
“Diskusi olahraga dan politik masih sangat aktif di X, dan mengingat Olimpiade, Euro 2024, dan pemilihan presiden AS akan digelar tahun ini (di antara acara besar lainnya), X kemungkinan akan terus menarik pengguna,” tutupnya. AFP
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









