Batam (gokepri.com) – Bank Indonesia (BI) terus mendorong penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam setiap kegiatan transaksi.
Sebagaimana diketahui bahwa QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.
Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja mengatakan QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran bersama dengan BI.
Tujuannya kata dia, agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya. Karena itu pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Untuk di Kepri, alhamdulillah terus meningkat pengguna QRIS,’ kata Musni, Selasa (23/4/2021).
Menurut dia pada Desember 2019 pengguna QRIS di Kepri hanya sekitar 20 ribu. Namun saat ini sudah mencapai sekitar 57 ribu, hal itu bisa dilihat bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Upaya yang dilakukan BI sendiri tidak hanya mendorong penggunaan QRIS kepada pelaku UMKM saja. Tapi juga terhadap pemerintah, terutama dalam sistem pembayaran atau retribusi.
“Kita sudah terus upayakan untuk untuk pembayaran retribusi yang dikelola Pemda bisa menggunakan QRIS,” katanya.
Selain itu, juga memperkuat ekosistem keuangan digital. Seperti halanya di pelabuhan laut, bandara dan pasar, pihaknya terus melakukan sosialisasi denga turun langsung ke lapangan.
“Jadi ekosistemnya kita perkuat dan pemasarannya juga terus kita perluas,” ujarnya.
(ard)
|Baca Juga : Pengguna QRIS di Batam Capai 20 Ribu Orang









