JAKARTA (gokepri) — Pemerintah berupaya menghidupkan kembali ekosistem industri mainan dalam negeri guna mendorong Indonesia menjadi pusat produksi mainan global, sekaligus mengurangi ketergantungan sebagai pasar konsumsi.
Upaya ini berangkat dari pengalaman masa lalu ketika Indonesia sempat menjadi basis produksi perusahaan mainan internasional. Revitalisasi industri dinilai penting di tengah kuatnya konsumsi domestik yang menopang pertumbuhan ekonomi.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, pada era 1980-an, Indonesia menjadi tujuan relokasi industri mainan, terutama saat Hong Kong berkembang sebagai pusat produksi global.
Baca Juga: Mengintip Warna-Warni LEGO Play on Fest di Jakarta

“Kita ingin menghidupkan ekosistem itu kembali. Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen utama mainan dunia,” ujar Iqbal dalam temu media di Jakarta, Jumat 24 April 2026.
Menurut dia, peluang tersebut ditopang oleh daya beli masyarakat yang relatif kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 53 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Kondisi ini dinilai meningkatkan kepercayaan pelaku usaha untuk berekspansi di Indonesia, termasuk di sektor ritel dan manufaktur mainan.
Iqbal mencontohkan, perusahaan mainan global LEGO membuka toko terbesar di Asia Tenggara di Indonesia. Selain itu, sebagian produk LEGO telah diproduksi di Batam, Kepulauan Riau.
Untuk memperkuat ekosistem industri, pemerintah mendorong peningkatan produktivitas dan inovasi, serta kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita perlu komitmen bersama, termasuk kolaborasi dengan UMKM di seluruh Indonesia, agar industri ini tumbuh berkelanjutan,” kata Iqbal.
Direktur PT Mitra Adiperaksa Tbk Handaka Santosa menambahkan, kehadiran toko LEGO terbesar di kawasan berpotensi menarik wisatawan untuk berbelanja di Indonesia.
“Wisatawan akan berbelanja di dalam negeri, bukan ke luar negeri. Ini dapat mendukung Indonesia sebagai tujuan wisata belanja sekaligus membuka lapangan kerja,” ujar Handaka. ANTARA
Baca Juga: Sinyal Kuat Ekonomi Batam di Awal 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News










