TAHUN AJARAN BARU: Murid SMA/SMK Diizinkan Belajar Tatap Muka Terbatas

Tahun Ajaran Baru 2021
Petugas memberikan hand sanitizer pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) sebelum masuk ke ruang kelas untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di SMA Negeri 3 Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (6/4/2021). ANTARA FOTO/(ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF)

Tanjungpinang (gokepri.com) – Orang tua murid diizinkan memilih anaknya belajar tatap muka atau dalam jaringan (online) pada tahun ajaran baru 2021/2022 1 Juli 2021.

Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mengizinkan sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) menggelar pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru 2021-2022 yang dimulai 1 Juli 2021.

“PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas artinya belajar dengan menerapkan protokol kesehatan dan orang tua berhak memilih anaknya untuk belajar secara daring,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Dali di Tanjungpinang, Selasa (1/6).

Ia menjelaskan, pembelajaran tatap muka secara terbatas sebenarnya sudah dilaksanakan di wilayah Kepulauan Riau pada tahun 2020 sehingga sekolah-sekolah umumnya sudah siap dengan sarana dan prasarana pendukungnya.

“Kecuali untuk SLB (sekolah luar biasa), mereka tetap belajar dari rumah atau secara daring,” katanya.

Dali menjelaskan, Dinas Pendidikan akan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan pembelajaran tatap muka secara terbatas di sekolah.

SOP tersebut antara lain mencakup standar penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan belajar mengajar, pembatasan jam belajar, dan pengaturan kehadiran siswa guna meminimalkan risiko penularan COVID-19.

“Setiap sekolah harus menyiapkan tempat cuci tangan, hand sanitizer (cairan pembersih tangan), thermogun (alat ukur suhu tubuh),” kata Dali, menambahkan, sekolah juga harus menutup kantin.

Di samping itu, ia melanjutkan, pengelola sekolah harus memastikan warga sekolah memakai masker dan menjaga jarak.

Kasus Bertambah

Sementara itu Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Provinsi Kepulauan Riau mencatat pada Mei 2021 kasus terpapar virus corona meningkat lebih dari 200 persen dibanding kondisi satu bulan sebelumnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tengku Said Arif Fadillah, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, jumlah pasien COVID-19 di wilayah itu selama April 2021 mencapai 1.988 orang, sedangkan sebulan kemudian meningkat hingga menjadi 4.636 orang.

“Tujuh kabupaten dan kota di Kepri zona oranye,” ujarnya, yang juga Sekda Kepri.

Arif mengemukakan jumlah pasien COVID-19 di Kepri hari ini bertambah 221 orang sehingga total jumlahnya sejak pandemi Maret 2020 sampai sekarang mencapai 17.047 orang. Pasien baru COVID-19 tersebut tersebar di Batam 46 orang, Tanjungpinang 107 orang, Karimun sembilan orang, Natuna 28 orang, Bintan 26 orang, dan Lingga lima orang.

Sementara jumlah pasien yang sembuh mencapai 248 orang sehingga menjadi 13.922 orang. Mereka merupakan warga Batam 67 orang, Tanjungpinang 57 orang, Karimun 51 orang, Natuna 36 orang, Bintan 21 orang, dan Lingga 16 orang.

Jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah 11 orang sehingga menjadi 384 orang. Mereka merupakan warga Batam sembilan orang, Tanjungpinang satu orang, dan Natuna satu orang.

“Jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia dalam dua hari meningkat tajam,” katanya.

Arif menuturkan jumlah kasus aktif COVID-19 di Kepri 2.741 orang. Mereka tersebar di Batam 1.162 orang, Tanjungpinang 459 orang, Karimun 370 orang, Natuna 266 orang, Bintan 244 orang, Lingga 98 orang, dan Anambas 142 orang.

“Kami imbau seluruh elemen masyarakat untuk menaati protokol kesehatan dan mendukung pelaksanaan vaksinasi,” ucapnya. (Can/ant)

|Baca Juga: Pegawai Dilarang Berkumpul, Pembelajaran Tatap Muka Ditiadakan

BAGIKAN