Pegawai Dilarang Berkumpul, Pembelajaran Tatap Muka Ditiadakan

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau salah satu tempat makan dan ngopi di Batam, Jumat (22/5/2021).
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau salah satu tempat makan dan ngopi di Batam, Jumat (22/5/2021).

Batam (gokepri.com) – Upaya memutus penyebaran Covid-19 diterapkan di lingkungan Pemko Batam dengan terbitnya surat edaran Nomor 164 Tahun 2021 tentang Larangan Berkumpul Bagi Pegawai di Lingkungan Pemko Batam. Larangan itu meliputi tidak melakukan aktivitas duduk dan makan bersama di rumah makan, restoran, mal, dan tempat sejenis. Baik pada saat sarapan, makan siang, maupun di waktu-waktu lainnya.

Edaran tersebut juga mewajibkan seluruh pegawai untuk menerapkan protokol kesehatan lebih ketat. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dengan rekan kerja, dan menghindari kerumunan.

“Pegawai yang melanggar akan diberi tindakan khusus dan dikenakan sanksi sesuai PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai. Pemko Batam akan menugaskan Tim Inspeksi Mendadak untuk melakukan pemantauan secara khusus terkait kebijakan tersebut,” bunyi edaran yang ditandatangani Sekretaris Daerah, Jefridin, tersebut.

Kemudian di lingkungan pendidikan, Wali Kota Batam melalui surat edaran Nomor 20/419.1/DISDIK/V/2021 mengimbau Kepala Satuan Pendidikan untuk meniadakan sementara pembelajaran tatap muka di kelas. Mulai 24 Mei 2021, kegiatan belajar dilakukan dari rumah melalui e-learning, sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Edaran tersebut ditujukan kepada Kepala Satuan Pendidikan TK/RA, SD/MI, SMP/MTs Negeri atau Swasta. Kepala Satuan Pendidikan, Pendidik dan Tenaga Kependidikan diimbau tetap menjalankan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di sekolah untuk menyelesaikan adminsitrasi pembelajaran serta tugas lainnya.

Sementara di masyarakat, Batam terus menggiatkan larangan makan di tempat bagi pengunjung rumah makan dan restoran. Kebijakan ini diterapkan untuk memperketat protokol kesehatan dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Untuk memastikan penerapan kebijakan tersebut, Pemko Batam menurunkan tim gabungan ke lokasi-lokasi rumah makan dan restoran. Pengelola rumah makan dan restoran diimbau menaati penyediaan tempat duduk hanya 50 persen dari kondisi normal dan pengunjung dianjurkan untuk tidak makan di tempat (take away).

“Jika imbauan tidak diindahkan, akan diberikan sanksi sesuai aturan berlaku,” tegas Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat meninjau salah satu tempat makan dan ngopi di Batam, Jumat (22/5/2021).

Dalam peninjauan tersebut, Amsakar ditemani Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0316/Batam Letnan Kolonel Kav Sigit Dharma Wiryawan. Menurut Amsakar, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Upaya menekan Covid-19 ini, salah satunya yakni dengan mematuhi protokol kesehatan. Pak walikota dalam berbagai kesempatan juga kerap menyampaikan pentingnya protokol kesehatan,” tutur Amsakar.

Pemko Batam sudah mendata sekitar 122 lokasi potensi keramaian di Batam. Selain menerjunkan tim gabungan, Pemko Batam juga membentuk tim internal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dibagi di sembilan kecamatan.

Tim internal tersebut terdiri dari Tim Batuampar dengan anggota Herman Rozie, Suhar, Eryudi, Mardanis, Tukijan. Kemudian Tim Lubukbaja, terdiri dari Salim, Azril Apriansyah, Hendriana Gustini, Hasnah, dan Novi Harmadyastuti.

Tim Bengkong terdiri dari Didi Kusmarjadi, Suleman Nababan, Umiyati, Riama Manurung, dan M Fairus Ramadhan Batubara. Tim Seibeduk terdiri dari Kamarulzaman, Samuddin, Abdul Malik, dan Ghufron.

Tim Nongsa, terdiri dari Demi Hasfinul Nasution, Heryanto, Hendri Arulan, dan Arfandi. Tim Batam Kota, terdiri dari Firmansyah, Nurzalie, Gustian Riau, Raja Azmansyah, dan Aditya Guntur Nugraha Syamsuri. Tim Batuaji, terdiri dari Pebrialin, Aspawi Nangali, Husnaini, Ardiwinata, dan Ridwan Affandi.

Tim Sagulung, terdiri dari Heriman, Azman, Yumasnur, Said Khaidar, dan Reza Khadafi. Dan terakhir Tim Sekupang, terdiri dari Yusfa Hendri, Wan Darussalam, Hasyimah, Rudi Sakyakirti, Ani Dewiana, dan M Arman.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Yos Guntur mengatakan, tim akan terus melakukan pengawasan dan mengimbau penerapan protokol kesehatan. “Sesuai edaran walikota, kami tegaskan kepada pengelola agar menerapkan edaran tersebut. Harap kerjasamanya, hal ini tidak lain untuk memutus penyebaran. Batam masih zona merah, maka perlu keterlibatan kita semua,” ucapnya.

Dandim 0316/Batam, Letnan Kolonel (Letkol) Kav Sigit Dharma Wiryawan menambahkan, stakeholder Kota Batam mendukung penuh apa yang dilakukan Pemko Batam. “Covid masih ada, kami berharap kita semua tetap waspada dan jangan terlena. Tetap terapkan protokol kesehatan,” ajak Sigit. (zak)

BAGIKAN