BATAM (gokepri) – Survei Lingkar Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) menunjukkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) merupakan partai dengan elektabilitas tertinggi.
“Dari hasil temuan kami, dapat dilihat bahwa PDIP masih berada di atas. Menariknya, PKS masuk posisi kedua mengalahkan Golkar dan Gerindra. Dari 1.350 responden, tidak menjawab sejumlah 2,3 persen dan belum menentukan pilihanya 22,4 persen,” kata Dirut LKSP Andika Rachman di Batam saat mengumumkan hasil survei dalam kegiatan ‘Survei Politik dan Korelasinya dengan Pembangunan Demokrasi di Kepulauan Riau’, Selasa 11 April 2023.
Jelang pemilihan umum 2024, persepsi masyarakat terhadap peserta pemilu kian diperhatikan. Lembaga survei Lingkar Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) merilis hasil surveinya terkait elektabilitas partai politik peserta pemilu 2024.
Baca Juga: SURVEI THE ECONOMIST: Negara Terbaik untuk Perempuan
PDIP berada di urutan teratas mengungguli partai lain dengan 19,8 persen dan diikuti PKS 9,3 persen di urutan kedua. Sementara Partai Golkar berada 8,7 persen, Gerinda 8,2 persen, Nasdem 5,6 persen, PKB 4,8 persen, Demokrat 4,5 persen, PPP 2,7 persen, PAN 1,1 persen dan partai lainnya di bawah 0,7%.
Sementara itu, ketika responden ditanya partai politik apa yang paling Anda ingat? Hasilnya adalah Partai PDIP dengan jumlah responden mencapai 29.6 persen. Kemudian diikuti Partai Golkar, Gerindra, PKS dan PKB.
Temuan lainnya, kata Andika Rachman, meski memiliki elektabilitas tinggi, PDIP mendapat beban citra sebagai partai paling korup sebanyak 20,5 persen. Kemudian posisi kedua Demokrat yakni 9,9 persen, Golkar 8,6 persen dan Gerindra 2,3 persen. “Dari sini bisa kita lihat, bahwa publik mengalami guncangan persepsi, partai yang dipilih ternyata korupsi,” tegasnya.
“Hal menarik lainnya adalah saat responden ditanya partai mana yang dianggap memiliki citra partai religius atau pembela agama? Maka hasilnya adalah PKS meraih posisi pertama dengan jumlah responden 26,4 persen diikuti PKB 17,9 persen dan PPP 16,4 persen. Kemudian disusul PDIP 8,6 persen, Golkar 7,1 persen, PAN 6,8 persen dan Gerindra 5,9 persen. Sisanya adalah Nasdem, Hanura, PAN dan lainnya,” paparnya.
Baca Juga: Ridwan Kamil Puncaki Survei Capres Alternatif Terpopuler versi Litbang Kompas
Selain itu, meski dapat citra buruk soal korupsi, ternyata PDIP dipersepsi sebagai partai yang membela rakyat. Hal ini terlihat dari jumlah responden yang mencapai 23,5 persen. “Di posisi kedua, parpol yang dianggap membela rakyat adalah Golkar, dengan torehan 16,9 persen, PKS 15,9 persen, Gerindra 13,0 persen dan Demokrat 12,1 persen,” ujarnya.
Selain parpol, Lingkar Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) juga merilis hasil survei terkait sosok calon presiden yang bakal dipilih responden.
“Dari segi elektabilitas, nama Anies Baswedan masih teratas dengan jumlah responden 25,7 persen, Prabowo Subianto 23,6 persen dan disusul Ganjar Pranowo 22,7 persen. Sementara yang menjawab tidak tahu sebanyak 27,9 persen,” kata Andika.
Saat responden ditanya sosok presiden yang layak memimpin Indonesia kedepan, maka Anies Baswedan meraih suara 25,9 persen, Ganjar Pranowo 23,9 persen dan Prabowo Subianto 21,3 persen. “Dan yang tidak memilih ada sekitar 28,9 persen,” pungkasnya.
Survei Lingkar Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) melakukan survei terhadap 1.350 responden yang berada di 34 Provinsi, 80 Daerah Pemilihan Pusat dan 124 Kabupaten/kota. Pengambilan sampel dilakukan dengan pendekatan random sampling pada periode 15-29 Januari 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Ravi









