Stok Beras di Kepri Aman Terkendali, Gubernur Pastikan Stabilitas Harga

Stok beras di kepulauan riau
Kepala Bank Indonesia Kepri Suryono, Kepala Bulog Batam Meirizal dan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau gudang beras Bulog di Batu Ampar, Batam, Selasa 27 Februari 2024. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

Batam (gokepri) – Pasokan beras di Kepulauan Riau tercukupi untuk 4-5 bulan ke depan. Stok beras ini aman agar kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri bisa dipenuhi. Sedangkan harga akan dijaga dengan operasi pasar.

Ketersediaan beras dipastikan aman usai Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmas bersama Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kepri Suryono meninjau langsung ketersediaan pasokan beras di Gudang Bulog Batu Ampar, Batam, Selasa (27/2/2024). Peninjauan ini merupakan bentuk sinergitas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga pangan, khususnya menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri.

Ansar memastikan pasokan beras di Kepri aman untuk empat hingga lima bulan ke depan. Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan Batam dan Karimun, termasuk selama bulan puasa dan lebaran.

HBRL

Baca Juga: Stok Beras di Kepri Tercukupi hingga Lebaran, Harga Naik Disebut Dalam Batas Wajar

Stok beras di kepulauan riau
Foto: gokepri/Muhammad Ravi

“Ketersediaan beras cukup untuk empat sampai lima bulan. Kami juga akan terus melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga pada saat Ramadan dan Idulfitri,” kata Ansar.

Pemerintah juga akan menyalurkan program bantuan pangan pada awal Maret dan menjelang Idulfitri. Bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang Hari Raya. “Bantuan beras ini akan disalurkan pada tanggal 9 atau 10 April. Dengan upaya ini, kami pastikan tidak akan terjadi kelangkaan beras di Kepri,” tegas Ansar.

Kepala Bulog Cabang Batam Meirizal menjelaskan, saat ini Bulog memiliki stok beras 1.000 ton dan akan segera menerima tambahan 2.000 ton. “Total 3.000 ton beras ini cukup untuk kebutuhan Batam dan Karimun selama empat sampai lima bulan ke depan,” kata Meirizal.

Bulog juga aktif melakukan penjualan beras SPHP kemasan 5 kilogram ke toko tradisional dan ritel modern untuk memantau pasokan dan mengendalikan harga beras. “Harga beras SPHP di bawah HET. HET beras medium Rp11.500, dan pengecer harus menjual dengan harga maksimal Rp11.500,” jelas Meirizal.

Sebagai langkah lanjutan, Bulog akan menggelar kegiatan Siaga (Siap, Aksi, Jaga) harga beras dengan menjual beras SPHP dan komoditi lainnya di berbagai kecamatan dan kelurahan. Kegiatan ini dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras.

“Kami keliling ke kecamatan dan kelurahan untuk memastikan masyarakat bahwa beras tersedia dan stoknya aman,” kata Meirizal.

Upaya TPID Kepri dalam menjaga stabilitas harga pangan ini sejalan dengan instruksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Muhammad Ravi

 

Pos terkait