Anambas (gokepri) – Warga Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, menjerit karena krisis air bersih. Pasokan air dari Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) terhenti total sejak Jumat (22/3/2024).
Akar permasalahannya terletak pada tunggakan pembayaran listrik SPAM yang mengakibatkan penyegelan meteran di Kantor Unit SPAM oleh PLN. Alhasil, mesin air SPAM tak dapat menyala mengalirkan air bersih ke rumah warga.
Informasi ini dibenarkan oleh Arvin, pegawai dari Bagian Administrasi dan Pelayanan ULP PLN Anambas. Ia menjelaskan penyegelan meteran dilakukan sesuai standar operasional prosedur atau SOP karena tunggakan tagihan listrik.
Kantor Unit SPAM berada di Jalan Sukarno Hatta, Desa Siantan Selatan. Sejak penyegelan meteran listrik pada Jumat sampai Senin 25 Maret 2024, pasokan air ke rumah warga masih mati.
Baca Juga:
- 48 Pejabat Dilantik, Bupati Anambas Beri Wejangan
- Polres Anambas Bagikan Kain Kafan untuk Petugas Fardhu Kifayah
“Sebelum jatuh tempo, kami sudah melayangkan surat tagihan. Namun, karena tidak ada respons dan infonya masih menunggu pengajuan, maka kami terpaksa menyegel meteran,” kata Arvin.
Meski memahami kebutuhan masyarakat, Arvin menegaskan PLN harus mengikuti SOP. Ia mengimbau agar seluruh OPD, termasuk SPAM, taat membayar tagihan listrik untuk menghindari penyegelan.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPRPRKP Anambas, yang dikonfirmasi terkait krisis air ini, meminta waktu hingga esok hari karena sedang tidak berada di tempat. Untuk diketahui, SPAM di Anambas berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPRPRKP) Kabupaten Kepulauan Anambas.
Krisis air ini berdampak besar pada kehidupan masyarakat Tarempa. Warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, memasak, dan mencuci. “Sudah tiga hari kami tidak ada air. Sangat menyusahkan,” keluh seorang warga Tarempa, Rini.
Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News
Penulis: Wisnu Een









