Soerya Apresiasi Wisuda Tahfidzh Alquran di Ponpes Hutan Tahfidzh Halimatussa’diyah

Calon Gubernur Provinsi Kepri Nomor Urut 1, Soerya Respationo bersama Pengasuh dan Santri Pondok Pesantren Hutan Tahfidzh Halimatussa'diyah di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir, Jumat (6/11/2020).

Lingga (gokepri.com) – Dr. H.M. Soerya Respationo, SH MH memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren (ponpes) Hutan Tahfidzh Halimatussa’diyah atas keberhasilan melaksanakan wisuda Tahfidzh Alquran. Apresiasi itu diterima langsung oleh Pengasuh ponpes, Rusmaidi di lokasi ponpes yang berada di Desa Berindat, Kecamatan Singkep Pesisir,  Kabupaten Lingga, Jumat (6/11/2020).

Akhlak dan tata krama para santri begitu terasa sejak Soerya dan rombongan memasuki ponpes. Para santri berebut mencium tangan Soerya dan tamu lainnya yang berkunjung.

“Dengan semakin banyaknya hafiz, Semoga Allah SWT menjauhkan Provinsi Kepri dari segala murka dan bencana dan semoga Kepri semakin berkah serta lebih baik lagi ke depannya,” harap Soerya yang juga Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 ini.

HBRL

Menurut Soerya, para hafiz dan hafizah memiliki peran penting sebagai penjaga Alquran. Hal inilah yang mendorong pasangan calon Soerya-Iman merencanakan pembangunan pusat pendidikan agama Islam (Islamic Center) di setiap kabupaten/kota di Provinsi Kepri.

“Islamic Center nanti selain sebagai tempat ibadah juga berfungsi sebagai pusat dakwah, pusat pendidikan Islam serta pusat pendidikan Alquran dan hadist,” ungkap Soerya.

Pondok Pesantren Hutan Tahfidzh Halimatussa’diyah baru saja dibuka pada tahun 2019. Lokasinya terasa asri karena berada di tengah hutan, jauh dari keramaian, sehingga para santri bisa leluasa menghafalkan ayat-ayat Alquran di bawah bimbingan gurunya.

Meski tidak menarik uang dari santri, Pondok Hutan Halimatussa’diyah ternyata memiliki tiga guru yang didatangkan Rusmaidi dari Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Ia sendiri yang menggaji mereka.

“Selain bantuan yang bersumber dari pemerintah kabupaten, Soerya-Iman juga akan memberikan tambahan bantuan insentif setiap bulan kepada imam, mubaligh, guru TPA/TPQ sebagai bentuk apresiasi peran serta mewujudkan generasi Kepri yang berakhlak,” pungkas Soerya. (r)

Pos terkait