SMI Kucurkan Rp373,45 Miliar untuk PLTS Terapung Tembesi

PLTS Terapung Tembesi
Penandatanganan Perjanjian Pembiayaan antara PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Nusantara Tembesi Baru Energi (PT NTBE) untuk proyek PLTS Terapung Tembesi di Jakarta, Senin (16/12/2024). Foto: PT SMI.

JAKARTA (gokepri) – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) mengalokasikan pembiayaan senilai USD23,3 juta atau setara Rp373,45 miliar (kurs Rp16.028/USD) untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Tembesi di Batam. Dana ini disalurkan kepada PT Nusantara Tembesi Baru Energi (PT NTBE), anak usaha PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Direktur Utama SMI, Reynaldi Hermansjah, menjelaskan proyek PLTS berkapasitas 46 MWp ini merupakan Proyek Strategis Nasional dan menjadi PLTS terapung terbesar kedua di Indonesia setelah PLTS Cirata. Proyek ini berlokasi di Batam, Kepulauan Riau.

“SMI berkontribusi aktif dalam penurunan emisi karbon melalui pembiayaan proyek energi terbarukan,” ujar Reynaldi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/12/2024).

HBRL

PLTS Tembesi ditargetkan beroperasi komersial penuh pada kuartal II-III 2025. SMI berharap proyek ini dapat memenuhi kebutuhan energi di Kepulauan Riau dan menarik investasi asing, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga:
PLTS Terapung di Tembesi Beroperasi 2025

Pembiayaan SMI di sektor ketenagalistrikan telah meningkatkan kapasitas listrik nasional sebesar 7,7 GW, yang menerangi 5,9 juta rumah tangga atau setara 23,6 juta jiwa.

Dari total kapasitas tersebut, 2 GW di antaranya berasal dari energi baru terbarukan (EBT). Proyek-proyek EBT yang didanai SMI telah berkontribusi menghindari emisi karbon sebesar 1,55 juta ton per tahun.

Presiden Direktur PT Energi Baru TBS (PT EBT), Dimas Wibowo, menyambut baik dukungan SMI serta PT PLN Nusantara Power dan PT PLN Nusantara Renewable sebagai sponsor proyek. Ia optimistis proyek ini akan memperkuat bauran EBT di Batam dan Indonesia.

“Kolaborasi dengan PLN Nusantara Power dan PLN Batam akan mewujudkan sinergi penyediaan energi bersih yang terjangkau,” kata Dimas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait