BATAM (gokepri) — McDermott memperkuat pengembangan tenaga kerja lokal Batam melalui kerja sama dengan delapan SMK dan lima perguruan tinggi di Kepulauan Riau. Kemitraan tersebut diarahkan untuk menyelaraskan pendidikan dengan kebutuhan industri sekaligus memperluas peluang kerja bagi talenta lokal.
Komitmen itu disampaikan Chief Operations Specialist McDermott Thomas A. Labrie saat bertemu Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra di Batam, Kamis (20/8/2026).
Thomas mengatakan kerja sama dengan institusi pendidikan mencakup penyelarasan kurikulum, berbagi pengetahuan, serta pelatihan bagi guru, dosen, siswa SMK, dan mahasiswa.
Baca Juga: BP Batam Sambut Proyek Tennet 2GW HVDC McDermott, Serap 6.000 Pekerja
“Kami ingin bagaimana talenta lokal bisa terus berkembang, sehingga pemuda tempatan memiliki skill yang dibutuhkan untuk bekerja di industri,” ujar Thomas.
Menurut dia, pengembangan sumber daya manusia lokal penting agar kebutuhan tenaga kerja terampil dan profesional di industri dapat semakin banyak dipenuhi dari Batam dan wilayah sekitarnya.
Selain pendidikan dan pelatihan, McDermott memperluas kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Perusahaan mencatat jumlah pekerja penyandang disabilitas yang direkrut meningkat dari lima orang pada tahun lalu menjadi 32 orang tahun ini.
“Tahun lalu kami merekrut lima tenaga kerja disabilitas. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 32,” kata Thomas.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut positif kontribusi McDermott terhadap pengembangan masyarakat lokal. Menurut dia, investasi industri perlu memberikan manfaat yang lebih luas melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas tenaga kerja.
“Kami mengapresiasi dan menyambut baik kehadiran serta kontribusi McDermott di Batam. Perusahaan ini cukup berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi Batam, termasuk melalui pemberdayaan masyarakat tempatan,” ujar Amsakar.
Amsakar mengatakan Pemerintah Kota Batam berkomitmen menjaga iklim investasi sekaligus memastikan pertumbuhan industri berdampak langsung terhadap masyarakat.
Karena itu, dia mendorong perusahaan memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan. Kemitraan tersebut dinilai penting untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi yang dimiliki lulusan sekolah dan perguruan tinggi.
“Kami ingin investasi yang tumbuh di Batam juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena itu, ruang kolaborasi dengan dunia usaha harus terus kita perkuat, termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat tempatan,” katanya.
Li Claudia secara khusus meminta McDermott memperluas dukungan terhadap pendidikan di Batam. Menurut dia, keterlibatan perusahaan dibutuhkan agar generasi muda memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan industri.
“Kalau bisa, bantu kami juga terkait pendidikan. Kami ingin anak-anak Batam memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ujar Li Claudia.
Dalam pertemuan tersebut, McDermott juga menyampaikan sejumlah agenda pengembangan fasilitas di Batam. Salah satunya adalah pengurusan integrasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Perusahaan juga berencana mengembangkan fasilitas melalui pendalaman dan pelebaran pelabuhan. Thomas mengatakan dukungan pemerintah diperlukan agar proses terkait rencana tersebut dapat berjalan lebih cepat.
“Dengan dukungan Ibu Li dan Pak Amsakar, kami berharap akan ada percepatan,” katanya.
Amsakar mengatakan berbagai kebutuhan perusahaan yang berkaitan dengan pemerintah daerah akan dikoordinasikan untuk mencari solusi dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, komunikasi antara pemerintah dan industri diperlukan untuk menjaga kepastian berusaha sekaligus memastikan pengembangan industri berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat.
Pemko Batam juga mendorong agar hubungan dengan McDermott tidak berhenti pada investasi dan pengembangan fasilitas. Kolaborasi diarahkan mencakup pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga kerja, perluasan kesempatan kerja, serta pemberdayaan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pertumbuhan industri di Batam tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperbesar porsi tenaga kerja lokal dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.
Baca Juga: McDermott Batam Serap 12 Ribu Tenaga Kerja hingga 2024
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








