Lulusan IPDN itu mulai mengabdi di Anambas sejak 2024. Setahun kemudian, ia dipercaya mendampingi Bupati dalam berbagai agenda pemerintahan.
ANAMBAS (gokepri) – Menjadi ajudan bupati membawa Wiranto Timotius Situmorang berhadapan langsung dengan ritme pemerintahan dan persoalan pembangunan Kepulauan Anambas lebih dekat. Disiplin, integritas, dan kemampuan belajar sebagai bekal pengabdian.
Perjalanan itu bermula dari pendidikan kedinasan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Wiranto lahir di Cilegon pada 15 April 1998 dan mulai menempuh pendidikan IPDN pada 2018.
Baca Juga: Bupati Aneng Tekankan Pentingnya Kebersamaan dan Soliditas di Anambas
Empat tahun kemudian, ia menyelesaikan pendidikan dengan predikat cumlaude. Pendidikan tersebut menjadi bekal untuk memahami disiplin birokrasi, tanggung jawab aparatur, dan tata kelola pemerintahan.
Setelah lulus, Wiranto memulai pengabdiannya di Kabupaten Kepulauan Anambas pada 2024. Penempatan itu mempertemukannya dengan karakter pemerintahan daerah kepulauan yang memiliki persoalan akses, pelayanan, dan pembangunan yang berbeda dengan wilayah daratan.
Setahun kemudian, kepercayaan baru datang. Pada 27 Mei 2025, Wiranto ditugaskan sebagai ajudan Bupati Kepulauan Anambas Aneng.
Posisi tersebut menempatkannya dekat dengan berbagai agenda kepala daerah. Ia harus siap mengikuti ritme kegiatan, memahami kebutuhan pimpinan, sekaligus menjaga ketelitian dalam setiap penugasan.
“Menjadi ajudan bukan hanya tentang mendampingi pimpinan, tetapi juga memahami tugas dan menjaga disiplin,” ujar Wiranto.
Bagi Wiranto, pekerjaan sebagai ajudan tidak berhenti pada fungsi pendampingan. Berbagai agenda pimpinan menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kebijakan pemerintahan diterjemahkan menjadi pelayanan dan pembangunan.
Setiap penugasan mempertemukannya dengan persoalan yang berbeda. Dari proses itu, ia belajar bahwa aparatur tidak cukup hanya memahami tugas administratif, tetapi juga perlu mengenali kebutuhan masyarakat.
“Saya melihat setiap tugas sebagai bagian dari proses belajar dan pengabdian.”
Pengalaman tersebut menjadi penting bagi Wiranto yang masih berusia 28 tahun. Dalam dokumen Badan Kepegawaian Negara pada 2025, namanya tercatat sebagai aparatur Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas dengan pangkat III/a.
Usia muda, menurut dia, justru memberi ruang untuk memperluas pengalaman. Apalagi Anambas merupakan daerah kepulauan dengan karakter geografis dan tantangan pembangunan yang khas.
Wilayah kepulauan menuntut aparatur memahami persoalan secara lebih utuh. Pelayanan publik, pembangunan, dan kebutuhan masyarakat tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografis daerah.
“Generasi muda di pemerintahan harus terus belajar dan bekerja secara profesional.”
Bagi Wiranto, ukuran pengabdian tidak terletak pada posisi yang melekat pada seorang aparatur. Yang lebih penting adalah bagaimana kepercayaan tersebut diterjemahkan menjadi tanggung jawab.
Pandangan itu menjadi pegangan selama menjalankan tugas sebagai ajudan. Disiplin diperlukan untuk menjaga ritme pekerjaan, sedangkan integritas menjadi dasar ketika berhadapan dengan berbagai kepentingan dalam pemerintahan.
“Jabatan adalah amanah,” kata dia.
Karena itu, ia memandang setiap pekerjaan sebagai bagian dari sistem pemerintahan yang lebih besar. Tugas yang terlihat kecil tetap memiliki kaitan dengan kelancaran agenda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan birokrasi daerah untuk menyiapkan aparatur yang tidak hanya menguasai pekerjaan teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas saat ini dipimpin Aneng dan Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunadian. Pemerintah daerah pada 2026 menempatkan penguatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan sebagai bagian dari agenda kepemimpinannya.
Mengisi Kemerdekaan dengan Bekerja
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi ruang refleksi bagi Wiranto. Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan, tetapi diterjemahkan menjadi kerja yang memberi manfaat bagi daerah.
Harapan itu diarahkan kepada aparatur dan masyarakat Anambas, terutama generasi muda. Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok, termasuk anak muda dengan energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
“Semoga semangat kemerdekaan menguatkan pemerintah daerah untuk terus membangun Anambas,” ujar dia.
Ia mengingatkan bahwa kemerdekaan membawa tanggung jawab baru bagi generasi sekarang. Kontribusi dapat diberikan melalui bidang masing-masing, termasuk dengan menjaga persatuan dan bekerja secara konsisten.
Dengan pengalaman pengabdian sejak 2024 dan penugasan sebagai ajudan bupati sejak 27 Mei 2025, Wiranto masih berada pada tahap awal perjalanan sebagai aparatur. Namun tugas tersebut telah memberinya ruang untuk melihat pemerintahan dari dekat.
Bagi dia, ruang belajar itu menjadi bekal untuk memahami kebutuhan masyarakat dan tantangan pembangunan Anambas. Pengabdian, pada akhirnya, dimulai dari tugas yang dipercayakan dan cara aparatur mempertanggungjawabkannya.
Baca Juga: Generasi Muda Anambas Diajak Memahami Makna Tanjak dan Kain Samping
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









