Singapura Naikkan Target PLTS 50 Persen, Bidik 3 GW pada 2030

singapura bangun plts
PLTS terapung di Singapura. Foto: The Straits Times

JAKARTA (gokepri) — Singapura menaikkan target instalasi panel surya sebesar 50 persen setelah target sebelumnya tercapai lebih cepat dari jadwal. Negara tetangga Indonesia itu kini membidik kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 3 gigawatt (GW) pada 2030.

Perdana Menteri Lawrence Wong menyampaikan target baru tersebut dalam paparan anggaran tahunan di parlemen, Kamis (12/2/2026). Langkah ini menjadi bagian dari strategi mencapai nol emisi bersih pada 2050.

“Singapura akan memaksimalkan pemasangan panel surya di seluruh permukaan yang tersedia dan secara progresif menetapkan target yang lebih ambisius,” kata Wong, dikutip Bloomberg.

HBRL

Baca Juga: Rp308 Triliun, Nilai Ekspor Listrik dan Proyek Panel Surya Indonesia-Singapura

Target tersebut cukup menantang bagi Singapura yang memiliki keterbatasan lahan. Saat ini hampir seluruh kebutuhan listriknya masih bergantung pada gas alam impor. Energi surya baru menyumbang sekitar 2 persen dari bauran listrik pada 2024, menurut data BloombergNEF.

Selain memperluas PLTS, pemerintah juga menjajaki impor energi hijau dari negara tetangga seperti Indonesia dan Malaysia. Skema ini dipandang penting untuk menopang transisi energi dalam jangka menengah.

Wong menyebut pemerintah juga tengah mencari sumber energi alternatif lain, termasuk hidrogen, panas bumi, dan tenaga nuklir sipil. Singapura membangun kapasitas untuk mengevaluasi aspek keamanan dan kelayakan energi nuklir, serta telah memulai kerja sama dengan Amerika Serikat dan Prancis.

Di sisi lain, pemerintah mempertimbangkan penerapan pajak karbon pada batas bawah kisaran yang telah direncanakan. Tarif tersebut berada di antara 50 hingga 80 dolar Singapura, atau sekitar US$40 hingga US$63 per ton setara CO₂ pada 2030.

Dengan ruang terbatas dan ketergantungan tinggi pada impor energi, Singapura mempercepat transisi dengan kombinasi ekspansi surya, impor listrik hijau, hingga eksplorasi nuklir—sebuah langkah ambisius untuk mengejar target net zero pertengahan abad ini. BLOOMBERG

Baca Juga: Apa Dampak Ekspor Listrik ke Singapura bagi Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait