Serba Cerah Indikator Ekonomi Kepri

Indikator ekonomi Kepri
Warga Batam belanja di salah satu bazaar UMKM Ramadan di bilangan Batam Centre baru-baru ini. (foto: gokepri/candra gunawan)

BATAM (gokepri.com) – Restoran penuh, pusat perbelanjaan ramai. Pembangunan jalan terus, investasi mengalir. Ekonomi Kepri kembali ke trek positif seiring dengan pertumbuhan konsumsi dan ekspor setelah dua tahun pandemi.

Data terbaru ekonomi Kepri yang diumumkan Bank Indonesia mengindikasikan semua indikator kompak tumbuh positif. “Perekonomian Kepri terus mengalami perbaikan sepanjang 2022,” ungkap Adidoyo Prakoso, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri.

Bank Indonesia mengumumkan data ekonomi yang serba cerah itu dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2022 yang mengambil tempat di Hotel Radisson Golf and Convention Center, Rabu 30 November 2022. Pertemuan setiap akhir tahun ini dihadiri pejabat mulai dari Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, perwakilan bupati walikota, perbankan hingga pelaku ekonomi.

HBRL

Indikator ekonomi Kepri

Baca Juga: 

Mengacu data Bank Indonesia, Triwulan ketiga 2022 menunjukkan Ekonomi Kepri kembali tumbuh positif 6,03 persen secara tahunan dan menjadi yang tertinggi di Sumatera. Secara pertumbuhan kalender, produk domestik regional bruto (PDRB) Kepri pada triwulan ketiga 2022 meningkat 4,63 persen, sedang pada periode yang sama 2021 2,79 persen.

Penyebab penguatan ini karena pelonggaran aktivitas pasca dua tahun pandemi. Konsumsi masyarakat kembali bergeliat, perjalanan wisata pun ramai. Dilihat dari data ekonomi, perbaikan terutama didorong oleh meningkatnya kinerja ekspor dan konsumsi rumah tangga seiring dengan pelonggaran mobilitas masyarakat diikuti peningkatan kunjungan jumlah wisatawan domestik maupun asing.

Kemudian nilai ekspor yang mendukung pertumbuhan ekonomi Kepri masih mampu tumbuh sebesar 29,38 persen selama periode Januari-Oktober 2022. Peningkatan itu didorong ekspor migas maupun non-migas terutama produk industri manufaktur dengan pangsa 76,31 persen dari total ekspor Kepri.

Performa positif ini terbilang menggembirakan di tengah ketidakpastian ekonomi global imbas dari konflik Rusia-Ukraina dan kebijakan anticovid yang berkecamuk di China. Peningkatan ekspor manufaktur Kepri juga sejalan dengan pertumbuhan pada Lapangan Usaha Industri Manufaktur yang sampai dengan triwulan III tumbuh 3,77 persen. “Kinerja positif tersebut terutama berasal dari industri komponen elektronik, peralatan listrik, dan industri logam dasar,” ungkap Adidoyo.

Dari sisi investasi, meski lebih rendah dari tahun sebelumnya, pertumbuhan secara kumulatif sampai triwulan III 2022 masih cukup kuat, yakni sebesar 2,54 persen. Investasi ini berpotensi meningkat pada akhir tahun terutama didorong oleh realisasi belanja modal dan infrastruktur pemerintah. “Sementara itu, peningkatan konsumsi rumah tangga terutama didukung oleh kebijakan pelonggaran mobilitas masyarakat, sebagaimana terkonfirmasi dari indeks mobilitas dan peningkatan kinerja lapangan usaha terkait pariwisata terutama perdagangan besar, akomodasi, makan minum, dan transportasi,” jelas Adidoyo.

Peningkatan konsumsi juga didorong menurunnya tingkat pengangguran terbuka dari 9,91 persen pada tahun sebelumnya menjadi 8,24 persen. Di sisi lain, kesejahteraan petani juga meningkat sebagaimana tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP). Dengan memperhatikan capaian sampai triwulan III tersebut, perekonomian Kepri secara keseluruhan tahun 2022 diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,1 persen sampai dengan 4,9 persen (yoy), lebih baik dari tahun sebelumnya 3,43 persen (yoy).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait