Seperti Apa Pengembangan PSN Kawasan Industri Wiraraja di Pulau Galang

PSN kawasan industri wiraraja
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan enam perusahaan yang berinvestasi di kawasan industri Wiraraja, Kota Batam, Juni 2023. Foto: Dok. BP Batam

Batam (gokepri) – Presiden Joko Widodo memasukkan Pulau Galang, Batam, masuk daftar proyek strategis nasional atau PSN. Digarap grup usaha Wiraraja, perusahaan milik Ketua Kadin Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPD Golkar Kepulauan Riau, Akhmad Ma’ruf Maulana.

Status kawasan di Galang menjadi PSN ditetapkan saat rapat internal Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada Senin 18 Maret 2024. Total PSN baru ada 14 proyek. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pendanaan 14 PSN baru murni oleh swasta. PSN baru tersebut akan menciptakan lapangan kerja dan tidak membutuhkan APBN.

“Dan ini disetujui oleh presiden dan ada PSN baru penyesuaian nomenklatur dan perubahan dari ruang lingkup PSN itu sendiri,” ungkap Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (18/3).

HBRL

Baca Juga:

Di Kepri ada dua PSN baru. Selain kawasan industri Wiraraja di Pulau Galang, ada kawasan industri Toapaya di Bintan.

KI Wiraraja merupakan grup kawasan industri yang berpusat di Telaga Punggur, Batam. Dikutip dari Bisnis.com, di Pulau Galang, Wiraraja menempatkan grup perusahaannya yakni PT Galang Bumi Industri (GBI) untuk mengelola lahan dengan luas sekitar 3.589 hektare, yang akan memusatkan fokusnya pada industri solar farm dan industri pendukung sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Lokasi industri EBT terpadu ini berada di belakang Bendungan Sei Gong, Galang.

Direktur PT Galang Bumi Industri, Tjaw Hieong mengatakan tema dari KI Wiraraja di Galang ini, yakni kawasan industri green energy dan smart eco industrial park. Lokasinya juga clean and clear, tidak ada warga yang tinggal disana, serta berstatus Area Penggunaan Lain (APL) untuk saat ini.

“Dari 3.589 hektare, 2.600 hektare untuk solar farm dan green energy. Sedangkan 989 hektare untuk industri pendukung EBT,” katanya kepada di Batam, Selasa (19/3/2024).

Secara keseluruhan, industri ramah lingkungan yang diusung PT GBI ini menganut konsep end to end, yakni sebuah proses produksi dari tahapan awal hingga akhir, yang melibatkan sejumlah tenant industri.

“Prosesnya end to end, misalnya dimulai dari hilirisasi pasir silika sampai pembuatan modul tenaga surya,” tambahnya.

Tjaw juga mengungkapkan pihaknya juga akan mengalokasikan lahan untuk pembangunan data centre. Menurutnya, keberadaan data centre akan lebih mudah dalam beroperasi, karena didukung listrik ramah lingkungan. “Jadi di Galang nanti, di sana akan dibentuk mata rantai sektor EBT yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga:

Sementara itu, Presiden Direktur Kawasan Industri Wiraraja, Akhmad Ma’ruf Maulana mengatakan status PSN yang disematkan pada Wiraraja akan menambah mudah proses perizinan yang harus dilalui di tingkat pusat.

“Tentunya perizinan di tingkat pusat dipercepat, karena merupakan investasi yang diharapkan negara. Hambatan birokrasi di tingkat lebih rendah tidak akan terjadi, karena mendapat backup dari pusat,” paparnya.

KI Wiraraja yang di Batam sendiri sudah mendapatkan sejumlah investasi besar di sektor EBT, dari Amerika, Taiwan, Jepang, China, Australia, Singapura dan Jerman. Total investasinya ditaksir sebesar Rp100 triliun. “Kami ingin bangkitkan Batam dan Kepri sebagai lokasi kompetitif pusat industri di Asia Tenggara,” tegasnya.

Makruf menjelaskan pihaknya ingin menarik investasi ramah lingkungan atau EBT ini lebih banyak lagi. Saat ini model industri hijau ini yang berkutat pada ekspor listrik, hilirisasi, data centre, serta pengembangan solar farm ini memiliki prospek yang sangat bagus, di tengah merosotnya penggunaan bahan bakar fosil.

“Total investasi yang ada sekarang bisa mencapai Rp100 triliun lebih, dimana investor yang masuk itu bisa satu konsorsium. Ada yang menggarap rangka surya, hilirisasi pasir silika, hingga modul tenaga surya. Jadi semuanya menciptakan industri terpadu dengan suply chain yang terjamin dalam satu kawasan,” pungkasnya.

Berdasarkan catatan, perusahaan-perusahaan yang sudah berada di Wiraraja sejak 2023, yakni Uwin Resource Regeneration, Atelier Solar Indonesia, serta Tynergy Technology Group mengembangkan sayapnya di Batam.

Sebelum tiga perusahaan tersebut, sejumlah perusahaan EBT asing telah berkiprah di Wiraraja, yakni PT Jaya Electrical Energy, Wiraraja Yunan International, serta Marubeni Global Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: BISNIS.COM | KONTAN

 

Pos terkait