SEKOLAH PENGGERAK: SMPN 12 Batam Bertekad Wujudkan Profil Siswa Berpancasilais

Sekolah Penggerak SMPN 12 Batam
Wakil Walikota Batam Amsakar Ahmad membuka In House Training Sekolah Penggerak di SMPN 12 Batam. (Foto: gokepri/aat)

Batam (gokepri.com) – SMPN 12 Batam dipilih Kemendikbud untuk menerapkan program Merdeka Belajar berupa Sekolah Penggerak. Untuk memperkuat penerapan Sekolah Penggerak, SMPN 12 menggelar kegiatan berupa In House Training yang dibuka Wakil Walikota Batam, Amsakar Ahmad.

Dengan menerapkan program ini, SMPN 12 Batam bertekad akan mewujudkan profil siswa berpancasilais memiliki karakter dan berkebangsaan.

Apalagi program ini telah didukung kerjasama antar Pemerintah daerah dan pusat untuk mewujudkan sekolah penggerak dijalankan selama tiga tahun.

Menurut Kepala Sekolah SMPN 12 Batam, Dra Nurmi MM, bahwa penerapan sekolah penggerak ini nantinya banyak keuntungan diperoleh pemerintah daerah, serta pihak sekolah.

Salah satunya berupa percepatan meningkatan mutu pendidikan di daerah, dan peluang daerah mendapatkan penghargaan sebagai daerah Sekolah Penggerak. Serta dapat menerapkan pembelajaran lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.

“Bagi sekolah juga sama keuntungannya dapat meningkatan mutu pelajarannya, dan ini bisa tercapai dalam tiga tahun kedepan. Tentunya, nantinya Sekolah Penggerak ini akan berbeda dengan sekolah lainnya,” ujar Nurmi kemarin.

Selain itu juga, lanjut Nurmi, keuntungan lain dari sekolah penggerak ini dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dan gurunya, serta mempercepat digitalisasi pembelajaran dan segala bentuk adminitrasi di terapkan sekolah.

Sementara Waka Kurikulum SMPN 12 Batam, Titin Ari Priyanti SPd, menyatakan untuk persiapan Sekolah penggerak ini pihaknya telah menyertakan guru ikut pelatihan bersama Kemendikbud dijadikan Dewan Komite Penggerak (DKP).

Selanjutnya para DKP ini mengadakan In House Training pengimbasan ilmu didapat dari Kemendikbud tersebut kepada semua guru yang di SMPN 12 Batam ini.

“Langkah awal dalam IHT ini memberikan ilmu apa saja yang harus dilakukan guru dalam menerapkan program sekolah penggerak yang lebih berorentasi pada profil siswa berpancasilais,” katanya.

Lanjut Titin lagi, guru juga diikutkan dalam kegiatan IHT diberi modul ajar, dan perangkat ajarnya, termasuk guru diajarkan cara mengasesmen pada siswa, dari mulai akademik, keterampilan, termasuk asesment lainnya. (aat)

|Baca Juga: Perkuat Sekolah Penggerak Gelar IHT Terhadap Guru

BAGIKAN