REALISASI INVESTASI ASING: Peringkat Kepri Melorot

Realisasi Investasi Asing di Kepri
Proyek apartemen di bilangan Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri, belum lama ini. (foto: gokepri/candra gunawan)

Batam (gokepri.com) – Aliran investasi asing di Kepri sepanjang Januari-Maret 2021 lebih rendah dibanding realisasi tahun lalu. Peringkat se-Indonesia melorot; dari peringkat empat ke peringkat sembilan.

Berdasarkan laporan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dirilis 26 April 2021, realisasi investasi yang masuk ke Kepri selama tiga bulan pertama 2021 senilai USD347,8 juta atau setara Rp4,9 triliun (kurs: Rp14.191) dengan 667 proyek investasi. Berdasarkan peringkat investasi mengacu wilayah, Kepri berada di peringkat sembilan.

Nilai investasi periode tersebut makin rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020 dengan realisasi investasi USD400,1 juta atau setara Rp5,67 triliun dengan 685 proyek. Kepri pada periode ini adalah provinsi dengan nilai investasi asing terbesar ke empat se-Indonesia.

Sedangkan pada triwulan pertama 2019, realisasi investasi di Kepri mencapai USD454,8 juta atau setara Rp6,44 triliun dengan 399 proyek. Kepri peringkat lima se-Indonesia dua tahun lalu.

Kemudian, pada triwulan pertama 2018, Kepri peringkat 12 dengan realisasi investasi senilai USD191,6 juta atau setara Rp2,7 triliun dengan 175 proyek.

Realisasi investasi asing di Kepri sepanjang periode Januari-Maret 2021 berada di bawah Jawa Barat sebagai provinsi dengan realisasi investasi asing terbanyak USD1,44 miliar, lalu diikuti DKI Jakarta (USD1 miliar), Sulawesi Tengah (USD577,4 juta), Riau (USD557) dan Sulawesi Tenggara (USD549,3 juta). Lalu Banten (USD535 juta), Maluku Utara (USD495,3 juta) dan peringkat delapan adalah Jawa Timur (USD483,2).

Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama investor asing selama periode Januari-Maret 2021 dengan USD3,7 miliar diikuti Sumatera USD1,42 miliar, Sulawesi USD1,2 miliar, Maluku dan Papua USD810,9 juta, Kalimantan USD248,9 juta dan Bali-Nusa Tenggara USD169 juta.

Sedangkan realisasi investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kepri mencapai Rp2,53 triliun dengan 1.225 proyek investasi. Kepri peringkat 15 besar se-Indonesia untuk realisasi investasi PMDN pada periode tiga bulan pertama 2021.

Peringkat pertama hingga kelima untuk realisasi investasi PMDN yakni berturut-turut Jawa Barat Rp16 triliun, Jawa Timur Rp9,9 triliun, DKI Jakarta Rp8,6 triliun, Jawa Tengah Rp8,4 triliun dan Banten Rp6,9 triliun.

Seperti gambaran investasi PMA, Pulau Jawa pun masih menjadi tujuan utama investasi pemodal dalam negeri dengan Rp50,8 triliun. Diikuti Sumatera Rp31,5 triliun, Kalimantan Rp9,95 triliun, Sulawesi Rp8,83 triliun, Bali dan Nusa Tenggara Rp5,1 triliun dan Maluku-Papua Rp1,68 triliun.

Investasi di Indonesia Meningkat

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) kembali merilis data capaian realisasi investasi pada Triwulan I (periode Januari – Maret) untuk Tahun 2021 sebesar Rp219,7 triliun, atau meningkat 4,3% jika dibandingkan triwulan I Tahun 2020. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode triwulan sebelumnya, meningkat sebesar 2,4%.

Kepala BKPM menyampaikan dalam siaran pers realisasi investasi triwulan I tahun 2021 bahwa capaian realisasi investasi Rp219,7 triliun berkontribusi sebesar 25.5% terhadap target nasional sebesar Rp858,5 triliun.

Beberapa poin penting capaian realisasi investasi Triwulan I adalah realisasi investasi di luar Pulau Jawa meningkat 11,7% dibandingkan dengan tahun 2020 pada periode yang sama, industri manufaktur mendominasi capaian realisasi investasi yaitu industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya; industri makanan; dan industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain, Negara Swiss dalam pertama kalinya masuk peringkat ke-5 besar PMA tertinggi sebagai kontributor FDI di Indonesia.

Pertumbuhan investasi PMDN pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat sebesar 4,2%, dari Rp 103,6 triliun di Triwulan IV Tahun 2020 menjadi Rp 108,0 triliun di Triwulan I Tahun 2021. Investasi PMA pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat 14,0% dibanding Triwulan I Tahun 2020 dari Rp 98,0 triliun menjadi Rp 111,7 triliun. Realisasi investasi PMA mencapai 50,8% dari capaian realisasi triwulan I tahun 2021.

”Realisasi investasi asing sebesar 50,8% menunjukkan tumbuhnya kepercayaan dunia atas iklim investasi serta potensi investasi di Indonesia. Hal ini tentu perlu mendapatkan apresiasi atas kerjasama seluruh pihak yang membantu kami dalam mendorong pertumbuhan investasi, terutama di saat pandemi covid-19 masih dirasakan sampai ini,” papar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, 26 April 2021.

Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal PMA terbesar untuk periode Januari-Maret 2021 mencakup sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain; Industri Makanan dan Minuman; Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; Pertambangan; serta Industri Pembuatan Logam Dasar bukan Besi dengan nilai realisasi investasi sebesar USD1,8 miliar.

Jawa Barat mendapatkan porsi terbesar dari 5 PMA penyumbang utama capaian realisasi periode ini. Yang pertama dari investasi di sektor kendaraan bermotor yang akan memproduksi kendaraan mesin listrik serta pembangunan infrastruktur kereta cepat.

“Kedua proyek ini akan menjadi salah satu batu loncatan meningkatkan potensi Indonesia di mata dunia. Secara pribadi saya yakin pertumbuhan investasi di wilayah lain akan terus meningkat, salah satunya di Jawa Tengah melalui beberapa proyek prioritas di kawasan industri Batang dengan fasilitas dan infrastruktur yang telah disiapkan Pemerintah. Kami juga saat ini sedang memfasilitasi pembentukan KEK Aspal di Buton sebagai upaya mengurangi ketergantungan aspal impor dan meningkatkan ekonomi daerah,” papar Bahlil. (Can)

|Baca Juga: Meski Pandemi, Realisasi Investasi di Batam Tahun 2020 Lampaui Target

Pos terkait