Batam Ingin 20 Persen Pekerja Industri Berasal dari Putra-Putri Tempatan

Kepala Disnaker Batam Yudi Suprapto berdiskusi dengan perwakilan APINDO dan perusahaan mengenai kesempatan kerja bagi tenaga lokal.
Disnaker Kota Batam bersama perwakilan APINDO dan perusahaan membahas kebutuhan tenaga kerja serta peluang kerja bagi masyarakat lokal Batam. Foto: Diskominfo Batam

BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam mendorong perusahaan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat lokal dengan menargetkan sedikitnya 20 persen karyawan berasal dari putra-putri tempatan. Upaya itu dibarengi pemetaan kebutuhan tenaga kerja agar pelatihan pemerintah lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Target tersebut dibahas dalam pertemuan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan perwakilan 15 perusahaan besar di Batam, Kamis (20/8/2026).

Kepala Disnaker Kota Batam Yudi Suprapto mengatakan pertemuan itu menjadi ruang untuk memperkuat kemitraan pemerintah dan dunia usaha, terutama dalam memperluas akses kerja bagi masyarakat Batam.

Baca Juga: Investasi Batam Melaju, Lapangan Kerja Bertambah

Menurut Yudi, pemerintah perlu mengetahui kebutuhan tenaga kerja perusahaan lebih awal agar pencari kerja lokal memiliki waktu mempersiapkan kompetensi sesuai kualifikasi yang dibutuhkan industri.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk menyamakan persepsi antara pemerintah dan dunia usaha terkait kebutuhan tenaga kerja, ketersediaan tenaga kerja lokal, serta kompetensi yang dibutuhkan industri,” ujar Yudi.

Koordinasi dengan APINDO dan perusahaan juga diperlukan untuk memetakan hambatan dalam proses rekrutmen dan penempatan tenaga kerja. Informasi mengenai kebutuhan perusahaan yang diperoleh lebih awal diharapkan membuat pencari kerja lokal lebih siap menghadapi proses seleksi.

“Kami ingin kebutuhan tenaga kerja perusahaan bisa diinformasikan lebih dini. Dengan begitu, pencari kerja lokal dapat mempersiapkan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Pemerintah juga mendorong agar perusahaan memiliki akses terhadap calon pekerja lokal yang memenuhi kualifikasi. Di sisi lain, masyarakat Batam diharapkan dapat lebih siap mengisi kebutuhan tenaga kerja yang tersedia.

Yudi mengatakan salah satu target kemitraan tersebut adalah mendorong sedikitnya 20 persen karyawan perusahaan berasal dari putra-putri tempatan. Kategori tersebut mencakup warga yang lahir di Batam maupun mereka yang menamatkan pendidikan di Batam.

“Harapannya, minimal 20 persen dari jumlah karyawan berasal dari putra-putri tempatan, baik yang lahir maupun yang menamatkan sekolah di Batam. Tentu ini membutuhkan sinergi dan komitmen bersama,” ujarnya.

Target tersebut berkaitan dengan upaya Pemko Batam menekan angka pengangguran sekaligus menjalankan amanat Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 2 Tahun 2024 tentang Penempatan Tenaga Kerja.

Namun, pemerintah tidak masuk ke ranah keputusan rekrutmen perusahaan. Perusahaan tetap memiliki kewenangan menentukan standar, tahapan, dan keputusan penerimaan pekerja berdasarkan kebutuhan serta kualifikasi masing-masing.

Karena itu, Yudi menekankan pentingnya komunikasi berkelanjutan antara pemerintah, APINDO, dan perusahaan. Pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang dilakukan secara rutin dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun program pelatihan.

“Pelatihan jangan berjalan sendiri. Harus ada keterkaitan dengan kebutuhan nyata perusahaan. Karena itu, komunikasi dengan dunia usaha menjadi sangat penting,” kata Yudi.

Dengan pola tersebut, pelatihan tenaga kerja diharapkan tidak berhenti pada penyediaan sertifikat atau peningkatan keterampilan secara umum. Kompetensi yang diberikan dapat diarahkan pada posisi dan kebutuhan yang benar-benar tersedia di industri.

Yudi berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari pola kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan. Pemerintah akan berperan sebagai fasilitator dan penghubung antara pencari kerja dengan dunia usaha.

“Pemerintah hadir sebagai fasilitator dan penghubung. Pada akhirnya, perusahaan tetap memiliki kewenangan menentukan standar dan proses rekrutmen sesuai kebutuhan. Yang penting, kita membangun komunikasi agar peluang kerja bagi tenaga kerja lokal semakin terbuka,” tutur Yudi.

Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya Pemko Batam menjembatani dua kebutuhan sekaligus: perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan, sementara masyarakat lokal mendapat akses yang lebih besar terhadap peluang kerja di daerahnya sendiri.

Baca Juga: McDermott Dorong Tenaga Kerja Lokal Mengisi Kebutuhan Industri Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait