Raksasa Produsen Baterai Asal China Akan Ekspasi ke Indonesia

Produk baterai hasil produksi Tianneng Group. Foto: ANTARA

JAKARTA (gokepri.com) – Raksasa di industri baterai asal China, Tianneng Group berencana untuk ekspasi ke Indonesia. Produsen baterai tersebut ingin membangun fasilitas daur ulang baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Vice President of Tianneng Group, Jack Yang dalam keterangan resminya mengatakan rencana ini merupakan peluang dalam pengembangan sumber daya baterai yang masuk energi hijau dan berkelanjutan, pembangunan ekonomi dan sosial regional.

“Juga akan mendorong pertukaran ekonomi dan sosial antara Tiongkok dan Indonesia,” ujarnya, Selasa 23 Mei 2023.

HBRL

Baca Juga: Baterai Listrik: Konsorsium China Investasi USD5 Miliar di Indonesia

Jack Yang mengatakan ekspansi Tianneng Group di Indonesia tidak hanya sebagai produsen baterai saja, tapi juga akan membuka peluang kerja sama dengan industri lokal Indonesia.

“Dalam hal memperkuat jaringan distribusi untuk produk baterai SLA, lithium-ion dan sodium-ion,” ujarnya.

Jack Yang juga mengatakan ekspansi itu mendukung program pemerintah berupa percepatan energi terbarukan melalui ekosistem green energy.

Tianneng Group memiliki tiga sektor utama bisnisnya yaitu sistem baterai energi baru (new energy battery systems), resource recycling, dan modern service industry.

Perusahaan tersebut telah memiliki sekitar 17 basis produksi di 7 provinsi di Tiongkok, fasilitas R&D baterai dan tenaga terbarukan, dengan lebih dari 130 anak perusahaan serta memiliki 30.000 karyawan.

Di China, perusahaan ini telah punya fasilitas daur ulang atau recycling facility dengan kapasitas recycle lithium battery mencapai 120.000 ton per tahun dan kapasitas recycle lead-acid battery mencapai 1 juta ton per tahun.

Jumlah itu setara dengan pengurangan 11,2 juta ton batu bara tiap tahunnya.

Perusahaan yang berkantor pusat di Zhejiang, Tiongkok ini telah memiliki lima wilayah perdagangan internasional utama yaitu Asia-Pasifik, Timur Tengah dan Afrika, Amerika, Eropa, dan India, kini telah menjual produknya hingga lebih dari 100 negara.

Tianneng Group juga sudah memiliki 400.000 store dan lebih dari 4 juta pengguna di seluruh dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: Antara

Pos terkait