BATAM (gokepri.com) – Liburan yang menyenangkan sering kali menyisakan tantangan saat harus kembali menjalani rutinitas. Bagi sebagian orang, kondisi ini dapat memicu gangguan emosional yang dikenal sebagai post holiday blues.
Kepala terasa berat menghadapi tumpukan pekerjaan, sementara bayangan momen liburan masih membekas. Perubahan drastis dari suasana santai ke tekanan pekerjaan inilah yang memicu kondisi mental tersebut.
Dilansir laman Hellosehat, post holiday blues adalah perubahan suasana hati yang muncul setelah liburan usai. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih, kurang motivasi, hingga gangguan fokus dalam menjalani rutinitas.
Baca Juga: Tips Agar Bersemangat Memulai Aktivitas Usai Libur Panjang
Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), sebanyak 64% pengidap gangguan mental merasa liburan justru memperburuk kondisi mereka. Harapan tinggi, kesepian, serta tekanan finansial menjadi pemicu utama.
Meskipun mirip dengan depresi ringan, post holiday blues tidak termasuk dalam kategori gangguan mental yang terdaftar di Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V).
Gejala post holiday blues meliputi kehilangan motivasi bekerja, perasaan sedih atau gelisah, gangguan pola tidur dan nafsu makan serta kelelahan berkepanjangan.
Perubahan kadar dopamin menjadi salah satu penyebab utama kondisi ini. Selama liburan, aktivitas yang menyenangkan seperti berkumpul dengan keluarga dan menikmati makanan lezat memicu pelepasan dopamin dalam jumlah besar.
Begitu liburan selesai, kadar dopamin turun drastis sehingga menimbulkan perasaan hampa dan kurang motivasi. Kondisi ini dikenal sebagai dopamine crash.
Faktor lain yang turut memicu risiko post holiday blues adalah perubahan rutinitas, kembali ke jadwal padat usai liburan memicu stres. Kemudian kesepian, putusnya interaksi sosial setelah liburan menimbulkan rasa isolasi.
Selain itu juga adanya tekanan pekerjaan, tugas yang tertunda selama liburan memicu beban mental. Serta yang juga menjadi pemicu adalah stres finansial, pengeluaran besar saat liburan kerap menimbulkan kecemasan.
Cara Mengatasi Post Holiday Blues
1. Adaptasi secara bertahap
Jangan langsung memaksakan diri kembali ke ritme kerja penuh. Sisihkan waktu untuk beradaptasi dengan aktivitas ringan seperti bertemu teman atau menikmati hobi.
2. Rawat diri dengan baik
Olahraga teratur, konsumsi makanan sehat, dan tidur cukup membantu memulihkan kondisi mental Anda. Lakukan juga aktivitas yang menenangkan seperti berendam atau pijat.
3. Atur keuangan secara realistis
Jika pengeluaran selama liburan membengkak, buat rencana anggaran sederhana dan perlahan kembali ke jalur finansial yang sehat.
4. Tetap terhubung dengan orang terdekat
Jalin komunikasi dengan teman atau keluarga yang Anda temui saat liburan. Rencanakan pertemuan sederhana agar semangat Anda tetap terjaga.
Jika perasaan negatif berlangsung lebih dari beberapa minggu, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Dukungan profesional dapat membantu Anda menemukan solusi yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









