Puluhan Guru Honorer ke DPRD Batam, Mengadu Tak Bisa Ikut Seleksi PPPK

guru honorer batam
Para guru honorer di Batam mendatangi Kantor DPRD Batam, keluhkan tidak bisa ikut tes PPPK atau ASN, Senin (4/9/2023). Foto: Gokepri.com/Engesti

Batam (gokepri.com) – Puluhan guru honorer mengadu ke kantor DPRD Batam,Senin 4 September 2023. Mereka mengadukan nasibnya yang tak bisa mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun ASN.

Padahal para guru tersebut telah memenuhi persyaratan secara administrasi di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Koordinator SMP Forum Guru Honorer Negeri SD SMP se Kota Batam (FGHSN) Berli Arlandy mengatakan pihaknya merasa kecewa lantaran sudah belasan tahun mengabdi, namun tidak diakomodir.

HBRL

Baca Juga: 800 Formasi Guru PPPK Diusulkan di Kepri

“Tanggal 16 September 2023 sudah ujian. Kami sudah daftar dan layak secara administrasi tapi kami diblok tidak bisa ikut ujian,” kata dia.

Ia mengatakan yang bisa mengikuti seleksi hanya khusus formasi P1, P2 dan P3 sekolah negeri. Sementara untuk guru sekolah swasta tidak bisa ikut karena diblok oleh sistem.

“Banyak guru-guru swasta yang masuk ke sekolah negeri, sehingga menggeser guru-guru sekolah induk,” kata dia.

Pihaknya juga meminta, agar guru yang tidak linier jenjang SD agar bisa linier ke SMP, begitu juga sebaliknya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Selain itu, ia juga meminta agar warna baju kerja non ASN disamakan seperti ASN agar tidak terjadi ketimpangan ataupun bullying antara warga sekolah di satuan kerja masing-masing.

“Jadi tidak ada kesenjangan, kabupaten kota lain disamakan kok bajunya,” kata dia.

Ketua DPRD Batam Nuryanto menyebut, pihhaknya akan menyurati pemerinth pusat terkait keluhan guru honorer di Batam.

“Ternyata mereka buka tidak lolos atau tidak lulus. Mereka sudah memenuhi persyaratan tapi online. Tapi untuk ikut tes itu tidak bisa. Terkunci di sistem,” kata Nuryanto.

Berdasarkan data yang ia terima, setidaknya ada 400-an guru honorer yang tidak bisa mengikuti seleksi, mulai dari golongan P1 hingga P3.

Nuryanto juga berjanji juga akan berkoordinasi dengan Disdik Batam untuk mencari titik terang. Begitu juga masalah seragam kerja.

“Kami akan mengudangan Disdik agar mereka tahu dan ada kesepakatan. Kalau guru honorer terpilih semua kan baik juga untuk kota Batam. Mereka berharap tidak tertolak lagi agar bisa ikut tes. Mereka itu sudah mengabdi belasan tahun,” kata dia.

Serentara itu mengenai seragam Nuryanto mengatakan akan berkoordinasi dengan Disdik Batam dan akan meminta Disdik mengubahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis: Engesti

Pos terkait