PSN Galang Jadi Incaran Investor AS

PSN Galang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meresmikan enam perusahaan yang berinvestasi di kawasan industri Wiraraja, Kota Batam, Juni 2023. Foto: Dok. BP Batam

Batam (gokepri) – Proyek Strategis Nasional atau PSN di Galang menjadi incaran perusahaan asal Amerika Serikat. Perusahaan Negeri Paman Sam akan mengucurkan investasi untuk membangun pabrik solar panel.

“Investornya dari Amerika (Serikat),” ungkap Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, akhir pekan lalu di Tanjungpinang.

Baca Juga:

HBRL

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo memasukkan Pulau Galang, Batam, masuk daftar proyek strategis nasional. PSN Kawasan Industri ini digarap grup usaha Wiraraja, perusahaan milik Ketua Kadin Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPD Golkar Kepulauan Riau, Akhmad Ma’ruf Maulana. Ansar Ahmad adalah politikus senior Golkar.

Status kawasan di Galang menjadi PSN ditetapkan saat rapat internal Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada Senin 18 Maret 2024. Total PSN baru ada 14 proyek. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pendanaan 14 PSN baru murni oleh swasta. PSN baru tersebut akan menciptakan lapangan kerja dan tidak memakai APBN.

Ansar Ahmad menyebut masuknya investasi dari Amerika Serikat berdampak baik bagi kebutuhan energi di Kepulauan Riau. Nantinya perusahaan yang memproduksi komponen solar panel tersebut akan menyerap 525 tenaga kerja pada tahap awal.

“Kemarin diresmikan oleh Pak Menteri (Menko Perekonomian),” jelas dia. Disinggung lebih jauh soal, perusahaan yang sudah menanamkan modalnya di PSN Wiraraja pihaknya mengaku belum mengetahui. “Yang saya tahu baru itu,” kata dia.

Baca Juga:

Sebelumnya, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Achmad Ma’ruf Maulana mengatakan, PT Marubeni konsorsium asal Amerika menanamkan modalnya sebesar Rp87 triliun. Perusahaan itu nantinya akan membangun Industri Energi Baru Terbarukan (ETB) atau pabrik industri hilir tenaga surya.

Konsorsium yang dimaksud Ma’ruf adalah PT Jaya Electrical Energy, Wiraraja Yunan International, serta Marubeni Global Indonesia. “Mereka sudah menanamkan modalnya sebesar Rp87 triliun,” kata dia.

KI Wiraraja yang di Batam sendiri sudah mendapatkan sejumlah investasi besar di sektor EBT, dari Amerika, Taiwan, Jepang, China, Australia, Singapura dan Jerman. Total investasinya ditaksir sebesar Rp100 triliun. “Kami ingin bangkitkan Batam dan Kepri sebagai lokasi kompetitif pusat industri di Asia Tenggara,” tegasnya.

Ma’ruf berharap agar pemerintah terus memberikan ruang kepada perusahaan-perusahaan ini.”Kami harap pemerintah terus memberi ruang untuk investasi, harapan itu agar investasi di Kepri akan terus berkembang dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja secara besar-besaran yang berkesinambungan,” tutupnya.

Di Pulau Galang, Wiraraja menempatkan grup perusahaannya yakni PT Galang Bumi Industri (GBI) untuk mengelola lahan dengan luas sekitar 3.589 hektare, yang akan memusatkan fokusnya pada industri solar farm dan industri pendukung sektor energi baru dan terbarukan (EBT). Lokasi industri EBT terpadu ini berada di belakang Bendungan Sei Gong, Galang.

Direktur PT Galang Bumi Industri, Tjaw Hieong mengatakan tema dari KI Wiraraja di Galang ini, yakni kawasan industri green energy dan smart eco industrial park. Lokasinya juga clean and clear, tidak ada warga yang tinggal disana, serta berstatus Area Penggunaan Lain (APL) untuk saat ini.

“Dari 3.589 hektare, 2.600 hektare untuk solar farm dan green energy. Sedangkan 989 hektare untuk industri pendukung EBT,” katanya kepada di Batam, Selasa (19/3/2024).

Secara keseluruhan, industri ramah lingkungan yang diusung PT GBI ini menganut konsep end to end, yakni sebuah proses produksi dari tahapan awal hingga akhir, yang melibatkan sejumlah tenant industri.

“Prosesnya end to end, misalnya dimulai dari hilirisasi pasir silika sampai pembuatan modul tenaga surya,” tambahnya.

Tjaw juga mengungkapkan pihaknya juga akan mengalokasikan lahan untuk pembangunan data centre. Menurutnya, keberadaan data centre akan lebih mudah dalam beroperasi, karena didukung listrik ramah lingkungan. “Jadi di Galang nanti, di sana akan dibentuk mata rantai sektor EBT yang berkelanjutan,” imbuhnya.

Penulis: Engesti Fedro

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait