Proyek RTS Link Johor-Singapura Hampir Rampung

RTS Link Johor-Singapura
Pembangunan rel RTS Link antara Stasiun Bukit Chagar Johor Bahru dan Stasiun Woodlands North di Singapura. ST PHOTO: GAVIN FOO

JOHOR, MALAYSIA (gokepri) – Pembangunan proyek Kereta Api Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Johor Bahru dan Singapura berjalan sesuai jadwal. Hingga 31 Mei 2024, kemajuan konstruksi mencapai 77,61 persen.

Mass Rapid Transit Corporation (MRT Corp) Malaysia menyatakan depo perawatan bagian penting dari infrastruktur rel yang terletak di kawasan Wadi Hana, telah mencapai kemajuan 82,14 persen dan siap untuk instalasi sistem pada akhir tahun ini.

Baca:

“Saat ini, pekerjaan lantai dasar rel, arsitektur, mekanikal, dan elektrikal, serta pekerjaan eksternal berjalan dengan baik,” kata MRT Corp dalam keterangan resminya pada 11 Juni 2024.

“Pelataran Stasiun Bukit Chagar akan siap untuk diakses sistem pada akhir tahun, dengan kemajuan saat ini mencapai 71,16 persen setelah selesainya pembangunan balok U-shell di atas rel KTMB,” lanjutnya.

MRT Corp menambahkan fokus pembangunan RTS Link Johor-Singapura adalah membangun lantai stasiun.

“Seluruh pilar penyangga di sepanjang Jalan Tun Abdul Razak dan Jalan Ismail Sultan telah terpasang. Dengan selesainya lebih dari separuh bentang rel yang menghubungkan pilar penyangga di sepanjang jalur, kemajuan konstruksi kini mencapai 65 persen dan ditargetkan selesai pada akhir tahun,” jelas MRT Corp.

“Sementara itu, semua pilar penyangga laut telah berdiri dan pekerjaan pemasangan bentang rel yang menghubungkan pilar tersebut sedang berlangsung. Hal ini membuat kemajuan konstruksi keseluruhan bagian laut mencapai 74,76 persen, dan kami perkirakan selesai sepenuhnya pada akhir November 2024.”

“Konstruksi bagian laut mencakup saluran navigasi selebar 75 meter dan setinggi 25 meter di antara pilar yang ditentukan, untuk memungkinkan kapal dan tongkang melintas.”

“Dengan kemajuan di semua area sesuai rencana, operator RTS Link, RTS Operations Systems Pte Ltd (RTSO), akan memiliki akses pada akhir tahun ini untuk melakukan pekerjaan instalasi sistem,” tambah MRT Corp.

RTS Link merupakan layanan kereta api ringan sepanjang 4 km yang menghubungkan Stasiun Bukit Chagar di Johor Bahru dengan Stasiun Woodlands North di Singapura. Jalur ini memiliki kapasitas 10.000 penumpang per jam per trip dan diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Johor-Malaysia Causeway, yang saat ini merupakan penyeberangan perbatasan tersibuk di dunia.

Pengerjaan infrastruktur RTS Link Johor-Singapura di pihak Malaysia, yang meliputi pembangunan stasiun, depo, dan jalur layang darat dan laut sepanjang 2,7 km, ditangani oleh anak perusahaan MRT Corp, Malaysia Rapid Transit System Sdn Bhd, sebagai Perusahaan Infrastruktur Malaysia (InfraCo).

“Sejak pembangunan dimulai, MRT Corp bersama dengan lembaga pemerintah federal dan negara bagian terkait, telah memastikan pembaruan rutin tentang proyek RTS Link. Hal ini menegaskan komitmen kami terhadap transparansi dan terus memberi informasi kepada publik tentang kemajuan dan pencapaian penting dari proyek infrastruktur penting ini,” pungkas MRT Corp.

Untuk diketahui, Pemerintah Malaysia berencana membangun sistem transportasi autonomous rapid transit (ART) untuk menghubungkan Johor dan Singapura. Ini adalah salah satu strategi untuk mengurai kemacetan parah di jalan penghubung Singapura dan Johor atau The Causeway yang kerap dikeluhkan turis.

Sementara pada 25 Mei, Menteri Besar Johor Dato Onn Hafiz Ghazi mengunjungi Batam. Ia membahas rencana sistem imigrasi terpadu (single border clearance) di Johor, Batam, dan Singapura. Ini dilakukan untuk memudahkan pelancong dari tiga negara.

Selain itu, ia juga menawarkan rencana untuk menghubungkan Pelabuhan Tanjung Belungkor di Johor dan Pelabuhan Bintan 99 di Batam dengan kapal roro. Dengan begitu, kendaraan dari Johor dapat masuk ke Batam dan sebaliknya. THE STAR | CANDRA GUNAWAN

Cek Berita dan Artikel yang lain diĀ Google News

BAGIKAN