BATAM (gokepri) — Warga Kepulauan Riau mengeluhkan proses pendaftaran dan verifikasi di aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan QR Code BBM subsidi yang dianggap lambat, memakan waktu lama dan rumit. Banyak pengguna yang mengalami kesulitan saat mengisi data dan mengunggah dokumen yang diperlukan.
Program Subsidi Tepat Pertalite itu diwajibkan bagi masyarakat yang ingin membeli bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite dan Solar. Namun, banyak warga yang merasa kesulitan dalam proses pendaftaran dan verifikasi.
Salah satunya adalah Andi, warga Tiban, Batam, yang mengaku proses pendaftaran dan verifikasi di aplikasi MyPertamina untuk mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) sangat lambat dan tidak efisien.
“Saya sudah daftar jauh-jauh hari, tapi aplikasi masih menunjukkan status ‘menunggu verifikasi’, dan meskipun nomor polisi kendaraan saya sudah terdaftar, barcode BBM Subsidi tidak muncul,” ujar Andi, Sabtu 7 September 2024.
Ia menambahkan situasi ini dapat menjadi masalah saat dirinya harus mengisi BBM. “Mobilitas saya cukup tinggi di jalan. Jika barcode BBM Subsidi tidak bisa diakses, pasti ribet saat mengisi BBM di SPBU. Tak elok juga kalau harus ribut dengan petugas,” ungkapnya.
Andi berharap Pertamina segera memperbaiki proses verifikasi agar lebih cepat dan memudahkan masyarakat yang ingin mendapatkan BBM bersubsidi. “Prosesnya harus diperbaiki. Kalau pun ada petugas di SPBU, mungkin bisa lebih diarahkan dengan baik,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Wati, seorang pengguna lainnya, yang merasa bingung dengan petunjuk pendaftaran di aplikasi. “Saya sudah mencoba mendaftar beberapa kali, tapi selalu gagal karena ada masalah saat mengunggah foto KTP. Padahal, saya sudah mengikuti semua langkah yang diminta,” ujarnya.
Wati menyebutkan masalah seperti ini membuat antrean di SPBU semakin panjang, terutama bagi warga yang belum berhasil mendapatkan QR Code untuk membeli BBM subsidi.
Respons Pertamina
Menanggapi keluhan ini, Officer Communication and Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Nur Imam Mohamad, menjelaskan sebagian besar masyarakat yang gagal dalam melakukan pendaftaran dan verifikasi disebabkan oleh data yang diinput tidak sesuai.
“Kendala utamanya adalah data yang dimasukkan tidak cocok dengan foto yang diunggah, atau kualitas foto yang kurang jelas, sehingga memerlukan waktu lebih lama untuk proses verifikasi,” ujarnya.
Ia juga mengimbau agar masyarakat mengikuti panduan pendaftaran yang tersedia di aplikasi dan situs resmi MyPertamina dengan cermat.
“Jika ada kendala, masyarakat bisa datang ke booth pendaftaran di SPBU untuk mendapatkan bantuan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang disampaikan Nur Imam, sudah ada 50.500 kendaraan di Kepulauan Riau yang terdaftar dalam program Subsidi Tepat Pertalite. Program ini diatur dalam Keputusan Menteri ESDM No. 37.K/HK.02/MEM.M/2022, yang bertujuan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.
Baca:
- Pembatasan Konsumen Pertalite Tunggu Restu Presiden Jokowi
- Cara Daftar QR Code MyPertamina untuk Beli BBM Subsidi Pertalite
“Pendaftaran bisa dilakukan dengan mudah dari rumah secara online. Pendaftar hanya perlu mengikuti instruksi yang tersedia di situs MyPertamina, serta melengkapi syarat-syarat yang diminta,” jelas Imam.
Meski begitu, sejumlah warga berharap agar proses ini bisa dipermudah agar mereka tidak lagi menghadapi kesulitan saat mengakses BBM bersubsidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









