Lingga (gokepri.com) – Lantera merupakan program Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lingga, Provinsi Kepri. Salah satu layanan dalam program tersebut adalah nikah gratis di perahu.
Layanan Terapung Keagamaan atau disebut dengan Lantera merupakan inovasi yang dikembangkan Kemenag Lingga. Melalui layanan ini pihak Kemenag berkeliling pulau-pulau dengan perahu bermotor atau pompong untuk menyapa dan menangani urusan keagamaan warga pulau-pulau di Lingga.
Kepala Kankemenag Lingga Muhammad Nasir mengatakan ide ini muncul karena melihat kondisi geografis wilayah Lingga yang terdiri dari gugusan pulau-pulau.
Baca Juga: Desa Sungai Harapan Kekeringan, Polres Lingga Salurkan 8 Ton Air
“Menggunakan perahu akan membuat jangkauan layanan kepada masyarakat menjadi lebih luas, termasuk layanan nikah di KUA gratis. KUA-nya yang kita bawa mendekati masyarakat,” kata Nasir, dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, Selasa 29 Agustus 2023.
Lantera ini baru saja diresmikan oleeh Bupati Lingga M Nizar. Melalui Lantera ini, warga suku laut dapat tersentuh layanan dari Kemenag Lingga.
Beberapa layanan yang diberikan antara lain, nikah, sertifikat halal UMKM, konsultasi pendaftaran haji, kemasjidan dan izin pendirian rumah ibadah.
“Melalui Lantera sekaligus diadakan gerakan masyarakat magrib mengaji (GM3). Untuk GM3 digelar di tempat perahu Lantera berlabuh. Sudah kita siapkan penceramahnya,” ungkap Nasir.
Layanan keagamaan ini bukan hanya untuk umat Islam tapi melayani semua agama. Petugasnya sudah disiapkan masing-masing sesuai agama yang dilayani.
“Saat ini, kami baru ada pembimbing masyarakat Buddha, jadi pegawai Buddha bisa menyapa langsung umatnya di pulau-pulau yang menjadi sasaran layanan,” ujarnya.
Pernikahan pertama yang dilakukan di atas perahu pompong dengan program Lantera adalah pernikahan Hamdani dan Siti, warga suku laut.
Keduanya dinikahkan oleh penghulu KUA Kecamatan senayang, Aprianto pada Kamis 24 Agustus 2023. Hamdani mengaku bersyukur karena sudah menjadi pasangan yang sah.
“Dengan adanya layanan seperti ini sangat membantu dan memudahkan kami di pulau terpencil ini,” ujar Hamdani.
Apalagi layanannya gratis. Selain itu ia juga bisa menghemat biaya transportasi, sebab jika harus berangkat dari Dusun Linau Air Batu ke Kantor KUA Senayang harus menyewa perahu dan biayanya paling murah Rp800 ribu.
Namun, dengan layanan perahu Lantera masyarakat di pulau-pulau terpencil di Kabupaten Lingga tidak perlu mengkhawatirkan biaya transportasi lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Asrul Rahmawati









