Princeton Digital Group Investasi Rp14,4 Triliun di Batam

Princeton Digital Group Batam
Foto: Bloomberg

BATAM (gokepri) – Princeton Digital Group, perusahaan berbasis di Singapura yang berfokus pada layanan pusat data, akan berinvestasi USD1 miliar di Batam, Kepulauan Riau.

Investasi senilai Rp14,46 triliun itu untuk membangun sebuah pusat data baru di kawasan ekonomi khusus Kota Batam yang akan memperluas kapasitas infrastruktur digital di Asia Tenggara. Pusat data baru ini bertujuan untuk mendukung operasi perusahaan di Singapura dan juga menangkap permintaan jangka panjang akan infrastruktur yang menggerakkan ekonomi digital yang tumbuh pesat di Asia Tenggara.

Kampus baru Princeton Digital Group akan dibangun di Batam, sebuah pulau di Indonesia yang berjarak beberapa kilometer dari Singapura. Dengan pusat data baru ini, pelanggan akan dapat memperluas infrastruktur mereka seiring investasi di wilayah tersebut tumbuh. Pusat data Princeton Digital Gorup berkapasitas 96 megawatt.

HBRL

“Singapura akan terus memainkan peran penting dalam internet di Asia sebagai pusat digital. Satu miliar dolar adalah jumlah minimum yang akan kita cari untuk belanja, karena itu adalah jenis permintaan yang kami lihat masuk ke Singapura dalam tiga hingga empat tahun ke depan,” ungkap Rangu Salgame, CEO Princeton Digital Group, dikutip dari Bloomberg, Senin 20 Februari 2023.

Princeton juga telah memperluas operasinya di luar wilayah Singapura dengan mengumumkan pembukaan pusat data pertamanya di India pada Desember 2020 dengan investasi sebesar USD300 juta, yang meningkatkan kredensialnya sebagai operator seluruh Asia.

Di Asia Tenggara, raksasa teknologi seperti Amazon.com Inc.’s AWS, Microsoft Corp., dan Alphabet Inc.’s Google menghadapi persaingan yang semakin ketat di mana pesaingnya, China terus meningkatkan investasinya. Pada November, Huawei Technologies Co. mengumumkan investasi sebesar USD300 juta untuk meningkatkan infrastruktur komputasi awan mereka di Indonesia. Sementara itu, Alibaba Cloud pada bulan September mengatakan akan mengeluarkan USD1 miliar untuk mendukung mitra global dalam tiga tahun ke depan.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Google, Temasek Holdings, dan Bain & Co., ekonomi digital Asia Tenggara yang menjadi rumah bagi Sea Ltd. dan Lazada Alibaba Group Holding Ltd. akan mencapai USD330 miliar pada tahun 2025. Konsumen di wilayah tersebut mengadopsi layanan seluler dan online dengan cepat, menciptakan permintaan baru untuk infrastruktur dan layanan awan. Persyaratan lokalitas data di seluruh wilayah tersebut juga mendorong permintaan terhadap pusat data.

Fakta tentang Princeton Digital Group

Berdasarkan penelusuran, Princeton Digital Group (PDG) adalah perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura yang mengkhususkan diri dalam layanan pusat data dan infrastruktur digital. Didirikan pada tahun 2017, perusahaan ini memiliki kantor di Singapura, Indonesia, India, dan China.

PDG awalnya didirikan oleh Rangu Salgame, seorang tokoh senior industri teknologi yang sebelumnya bekerja di beberapa perusahaan teknologi besar seperti Cisco, Tata Communications, dan Verizon. Dalam beberapa tahun pertama operasinya, PDG membangun sejumlah pusat data di Asia Tenggara dan China, memperoleh kepercayaan dari pelanggan dan investor di seluruh kawasan tersebut.

PDG didukung oleh Warburg Pincus, sebuah perusahaan ekuitas swasta global yang berfokus pada investasi di perusahaan teknologi, keuangan, dan kesehatan. Pada tahun 2020, PDG mengumumkan pendanaan seri A senilai USD230 juta, yang dipimpin oleh Warburg Pincus, untuk memperluas operasinya di Asia Tenggara dan India.

Pada tahun 2023, PDG mengumumkan rencananya untuk membangun pusat data baru senilai USD1 miliar di Batam, Indonesia, yang akan memperluas kapasitas infrastruktur digital di Asia Tenggara. Perusahaan ini juga membuka pusat data pertamanya di India pada tahun 2020, sebagai bagian dari rencana ekspansinya ke pasar India.

Dalam beberapa tahun terakhir, PDG telah menjadi pemain penting di industri pusat data di Asia Tenggara dan China, bersaing dengan perusahaan global seperti Amazon Web Services, Microsoft, dan Google. Dengan dukungan dari investor seperti Warburg Pincus, PDG terus memperluas jangkauannya di kawasan ini dan memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan infrastruktur digital terkemuka.

Princeton Digital Group Pte Ltd. juga mitra PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dalam berbisnis pusat data (data center). Seperti diketahui, Princeton Digital Group bersama dengan XL Axiata menjadi pemegang saham di PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC). Terbaru, EXCL menambah modal ke PGDC pada Agustus 2022 lalu.

Kala itu, Corporate Secretary EXCL Ranty Astari Rachman mengatakan, EXCL pada 4 Agustus 2022 telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia atas peningkatan modal dasar, modal disetor, dan ditempatkan di PDGDC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Baca Juga: 

Penulis: Candra Gunawan

Pos terkait